Final VNL Putri 2026 Brasil vs Turki Jadi Ajang Pembuktian Ambisi Berbeda

Andi TobanPublished 27 Jul 2026 - 02.35 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Final VNL Putri 2026 Brasil vs Turki Jadi Ajang Pembuktian Ambisi Berbeda
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Arena Makau East Asian Games Dome akan menjadi saksi perpisahan Volleyball Nations League musim ini dengan cerita yang bertolak belakang. Di satu sisi berdiri Brasil, langganan puncak yang tak kunjung mampu membawa pulang mahkota, sementara di sisi lain Turki datang sebagai jawara bertahan yang sedang memburu validasi bahwa takhta mereka bukan sekadar keberuntungan semata. Pertemuan kedua tim pada Minggu malam ini bukan sekadar duel dua kekuatan bola voli putri dunia, melainkan persimpangan antara penebusan sejarah dan penegasan status.

Brasil tiba di partai puncak dengan beban psikologis yang khas. Catatan empat kali menjadi runner-up—dua di antaranya harus mengakui keunggulan Amerika Serikat dan dua kali tersandung Italia—telah menciptakan semacam kutukan tak kasat mata yang membayangi setiap langkah mereka di final. Lolosnya tim Samba ke laga pamungkas kali ini pun bukan perjalanan mudah. Mereka harus melewati neraka lima set melawan Italia di semifinal, dengan skor 3-2 (21-25, 25-21, 26-24, 21-25, 15-12) yang menguras hampir seluruh ketahanan mental. Drama tie-break yang dimenangkan dengan margin tipis menjadi bukti bahwa Brasil musim ini punya nyali berbeda, namun pertanyaan tetap menggantung: mampukah mereka menulis akhir yang belum pernah teraih dalam empat kesempatan sebelumnya?

Also Read

8.000 Pelari Siap Berlari di PLN Electric Run 2026, Gerakan Kolektif Menuju Masa Depan Hijau

Di kubu Turki, cerita yang terbentang justru tentang pembuktian. Gelar juara 2023 yang direbut di hadapan publik sendiri dengan menyapu bersih Cina 3-0 di final masih menyisakan keraguan bagi sebagian pengamat. Banyak yang menilai faktor tuan rumah terlalu dominan saat itu. Kini, dengan berhasil kembali menembus laga pamungkas—bahkan setelah membekuk Cina lagi dengan skor identik 3-0 (25-21, 25-15, 25-20) di semifinal—anak asuh Daniele Santarelli membawa misi sunyi untuk menunjukkan bahwa mereka layak disebut generasi emas. Meskipun secara head to head dalam lima pertemuan terakhir Brasil unggul 3-2, dua kemenangan Turki di antaranya terjadi pada tahun 2023, memberi sinyal bahwa kekuatan mereka bukan lagi sekadar ancaman, melainkan kenyataan yang harus diperhitungkan secara serius.

Sementara itu, panggung yang sama juga akan menjadi tempat kebangkitan bagi dua raksasa yang tersandung di semifinal. Italia dan Cina bertemu dalam perebutan tempat ketiga pukul 14.30 WIB, membawa narasi yang tak kalah panas. Italia, dengan tiga trofi VNL di lemari prestasinya, jelas lebih diunggulkan secara pengalaman. Namun, Cina yang bertindak sebagai tuan rumah punya alasan kuat untuk membalaskan luka. Di babak penyisihan week ketiga, Italia sukses mengandaskan perlawanan Cina lewat drama lima set, dan laga sore ini menjadi panggung revans yang sempurna. Status final edisi 2023 membuat kegagalan melaju ke puncak musim ini terasa begitu menyakitkan bagi publik Tirai Bambu, sehingga dukungan penuh dari tribun bisa menjadi senjata ekstra untuk memaksa Gli Azzurre bekerja lebih keras.

Also Read

Indonesia dan Palestina Pertegas Jalur Resmi Bantuan Kemanusiaan di Manila

Duel puncak Brasil versus Turki dijadwalkan dimulai pada pukul 18.30 WIB dan akan disiarkan langsung melalui Vidio, serta tersedia secara tunda di Moji TV. Bagi Brasil, ini adalah upaya kelima yang sarat emosi untuk akhirnya memutus rantai gelar runner-up abadi. Bagi Turki, ini adalah gelaran kedua yang menjadi kesempatan membangun dinasti baru setelah kemenangan di Ankara dua tahun silam. Dengan dua motivasi sekuat itu, jaminan satu hal pasti terhampar di Macau East Asian Games Dome malam nanti: final ini akan mengguratkan ulang sejarah VNL Putri, entah sebagai hari di mana kutukan Brasil terkubur, atau momen Turki berdiri kembali sebagai yang terbaik di dunia.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca