Seorang pemuda berinisial LM (20) ditemukan meninggal dunia di sekitar tenda pengungsian di Dusun Nggolonio, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pemuda tersebut diduga meninggal akibat mengalami depresi berat.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher menyoroti pentingnya penanganan kesehatan jiwa masyarakat pasca-bencana gempa bumi di NTT. Politikus PKS ini mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan psikososial, baik bagi korban bencana maupun para relawan yang bertugas di lapangan.
Netty menyampaikan bahwa masukan terkait penguatan dukungan psikososial dan kesehatan jiwa ini telah ia utarakan langsung dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan untuk penanganan pascagempa Flores, NTT.
Seorang Pria di Bekasi Ditangkap karena Unggah Ajakan Kepung DPR

Menurut Netty, dukungan kesehatan mental tidak hanya dibutuhkan oleh para korban, tetapi juga oleh tenaga kesehatan (nakes), Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), dan relawan kesehatan lainnya yang menghadapi beban kerja berat di area bencana. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah mengatur regulasi pelindungan bagi nakes, Tim SAR, serta relawan kemanusiaan lainnya.
Di samping penanganan psikologis, Netty mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan fisik di posko pengungsian. Beberapa ancaman penyakit yang perlu diwaspadai antara lain ISPA, dehidrasi, gangguan gizi, serta penyakit lain yang dipicu oleh keterbatasan air bersih, sanitasi, dan hunian yang layak.
Kebakaran Rumah di Kebon Jeruk Jakbar, Istri Pemilik Ditemukan Tewas

Netty juga mendesak agar fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit yang mengalami kerusakan segera dipulihkan setelah fase tanggap darurat selesai, agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat kembali berjalan normal.






