Rangkaian aktivitas seismik masih terus membayangi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu. Hingga Jumat sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa susulan di NTT tembus 8.794 kali.
Kekuatan gempa susulan yang terdeteksi tersebut bervariasi, berkisar antara magnitudo 1,0 hingga yang terbesar mencapai magnitudo 6,2. Dari ribuan aktivitas seismik tersebut, sebanyak 152 gempa di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Para ahli memprakirakan aktivitas seismik susulan ini masih akan berlanjut selama 3 hingga 4 minggu sejak gempa utama terjadi.
Dukcapil Jemput Bola Layani Dokumen Korban Gempa di Nagekeo

Bencana ini telah mengakibatkan 111 orang meninggal dunia. Meskipun demikian, laporan terkini menunjukkan tidak ada penambahan korban jiwa sejak hari Kamis kemarin. Sebaran korban meninggal terbanyak teridentifikasi di Kabupaten Manggarai dengan 45 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai Timur dengan 38 jiwa, dan Kabupaten Nagekeo dengan 13 jiwa.
Berdasarkan data profil korban yang meninggal dunia, sebanyak 56,4 persen merupakan perempuan dan 43,6 persen laki-laki. Proporsi kelompok umur korban didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia) sebesar 45 persen dan kelompok usia dewasa sebesar 37 persen.
Kemenkes Tangani 15 Ribu Korban Gempa NTT, Akumulasi Korban Meninggal Capai 162 Jiwa

Sementara itu, upaya penanganan pengungsi masih terus berjalan di sejumlah titik. Di pos pengungsian Kabupaten Sikka, dilaporkan sebanyak 712 pengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing. Secara keseluruhan, akumulasi total pengungsi akibat bencana gempa di NTT saat ini tercatat sebanyak 175.909 jiwa.






