Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan bantuan dana sebesar Rp200 juta untuk mempercepat langkah rehabilitasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhtiar yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini dialokasikan secara khusus untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara langsung oleh Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Penyerahan ini berlangsung di sela-sela kunjungan kerja sang menteri saat meninjau langsung kondisi fisik madrasah pada hari Kamis, 27 Agustus 2026.
Dampak Gempa dan Gangguan Belajar
Gedung MI Al-Ikhtiar mengalami kerusakan struktural setelah diguncang oleh bencana gempa bumi yang terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026. Guncangan gempa tersebut menyebabkan keretakan pada sejumlah bagian dinding gedung sekolah. Tidak hanya itu, sebagian dari bangunan madrasah juga dilaporkan roboh.
BNPB, Korban Meninggal Gempa NTT Capai 111 Orang, Gempa Susulan Masih Terjadi

Kondisi kerusakan yang cukup parah ini membuat aktivitas belajar mengajar di MI Al-Ikhtiar terhambat. Hingga saat ini, para siswa dan guru belum dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal demi menjaga keselamatan bersama. Oleh karena itu, bantuan rehabilitasi dari Kementrans diharapkan mampu mempercepat pemulihan fasilitas sekolah tersebut.
Penyaluran Bantuan Kebutuhan Pokok
Di samping memberikan bantuan dana rehabilitasi gedung senilai Rp200 juta, Kementerian Transmigrasi juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan paket bantuan kebutuhan pokok. Bantuan logistik ini didistribusikan secara khusus untuk mendukung warga sekolah, termasuk para guru dan murid, dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Seorang Pria di Bekasi Ditangkap karena Unggah Ajakan Kepung DPR

Melalui sinergi bantuan fisik dan pemenuhan kebutuhan pokok ini, Kementrans berupaya memastikan agar proses pemulihan MI Al-Ikhtiar di Kabupaten Manggarai Barat dapat berjalan dengan lancar dan cepat.






