Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dinilai penting mengingat nakes merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di tengah situasi darurat.
Netty mengusulkan adanya kebijakan afirmasi bagi para nakes yang diterjunkan ke lokasi bencana. Kebijakan tersebut terdiri dari dua poin utama, yaitu pemberian insentif khusus dan pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai agar kondisi fisik mereka tetap terjaga selama bertugas.
Jaminan Sosial Nakes Belum Menyeluruh
Isu perlindungan nakes ini mengemuka di tengah data kepesertaan jaminan sosial yang belum mencakup seluruh petugas kesehatan. Berdasarkan catatan BPJS Ketenagakerjaan, saat ini baru 64 persen nakes yang terdaftar sebagai peserta.
Antisipasi Puncak Kemarau, Kemenhut Translokasi 3 Orangutan di Kalbar

Sebaliknya, ada sekitar 35 persen atau sekitar 300.000 nakes yang belum terdaftar dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Sementara itu, terkait pengawasan pelayanan publik di wilayah lain, Najih menjelaskan bahwa terdapat laporan masyarakat yang sebelumnya diadukan kepada Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Tengah.
Insentif bagi Nakes di Lokasi Gempa NTT
Dorongan untuk memberikan insentif bagi tenaga medis di wilayah bencana sebelumnya juga disuarakan oleh Komisi IX DPR RI bagi mereka yang bertugas di lokasi gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Praperadilan Ditolak, Kubu Febrie Adriansyah Minta Publik Cermati Pertimbangan Hakim

Untuk membantu penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT, sebanyak lima nakes telah diterbangkan ke Kabupaten Manggarai Timur guna memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat setempat.
Tantangan fisik yang dihadapi para petugas di lapangan tergolong berat. Di RSUD Ruteng, para nakes harus bertahan merawat pasien korban gempa di dalam tenda darurat meskipun dihadapkan pada cuaca dingin yang ekstrem. Akibat beban kerja tersebut, sejumlah dokter dan perawat di RSUD Ruteng dilaporkan mengalami kelelahan hingga jatuh sakit. Guna memperkuat pelayanan medis, bantuan nakes tambahan dari Surabaya dan Kupang kini telah mulai berdatangan ke lokasi.






