Memasuki bulan April 2025, kebijakan tarif impor baru yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai memicu perubahan signifikan pada peta perdagangan internasional. Sejak kembali menjabat di Gedung Putih pada awal tahun ini, Trump secara konsisten mendorong agenda ekonomi proteksionis yang bertujuan untuk memprioritaskan manufaktur domestik Amerika Serikat. Langkah agresif ini menargetkan beberapa mitra dagang terbesar Washington, terutama Meksiko, Kanada, dan Tiongkok, yang selama ini menjadi pilar penting dalam rantai pasok industri global. Ketegangan ini memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku usaha mengenai stabilitas pasar global.








