apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Dama Kara Foundation Buka Peluang Ekonomi Penyandang Disabilitas lewat Fesyen

Domu TobingDiterbitkan 10 Agu 2026 - 09.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dama Kara Foundation Buka Peluang Ekonomi Penyandang Disabilitas lewat Fesyen
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Akses dan partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja di Indonesia masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja dari sekitar 17 juta penyandang disabilitas usia produktif tercatat hanya mencapai angka 20,14 persen pada tahun 2025. Angka persentase yang tergolong rendah ini menunjukkan perlunya upaya nyata dan kolaboratif dari berbagai pihak untuk membuka ruang berkarya yang lebih luas bagi mereka. Melalui penyediaan wadah kreatif, potensi yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas dapat disalurkan secara produktif, sehingga mampu membuka peluang ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan bagi mereka di tengah keterbatasan akses lapangan kerja formal.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Salah satu inisiatif nyata yang hadir untuk menjawab tantangan tersebut adalah langkah yang diambil oleh Dama Kara. Melalui Dama Kara Foundation yang secara resmi berdiri pada tahun 2024, lembaga ini berkomitmen untuk memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi seni mereka. Di bawah kepemimpinan Nurdini Prihastiti, yang bertindak sebagai pendiri Dama Kara sekaligus CEO Dama Kara Foundation, yayasan ini merancang program khusus yang bertujuan untuk menjembatani kemampuan artistik para peserta dengan industri kreatif, khususnya di bidang fesyen. Kehadiran yayasan ini menjadi angin segar dalam upaya peningkatan pemberdayaan ekonomi bagi kelompok disabilitas.

Program yang dijalankan oleh Dama Kara Foundation dirancang secara terstruktur guna memastikan setiap peserta mendapatkan bimbingan yang optimal. Program ini mencakup kelas menggambar dengan pendampingan fasilitator seni (art facilitator) secara personal atau one on one. Dalam prosesnya, Dama Kara berkomitmen penuh untuk menghilangkan hambatan finansial bagi para peserta. Seluruh tahapan, mulai dari proses seleksi, penyediaan fasilitas belajar, pendampingan oleh art facilitator, hingga penyediaan alat-alat gambar yang dibutuhkan untuk berkarya, diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Hal ini dilakukan agar para peserta dapat fokus sepenuhnya pada pengembangan kreativitas mereka.

Baca Juga

Sinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026

Sinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026

Karya seni yang dihasilkan oleh para peserta tidak berhenti di atas kertas saja, melainkan dikembangkan lebih lanjut agar memiliki nilai ekonomi. Proses pengembangan karya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti lokakarya (workshop), pameran, hingga diaplikasikan ke dalam produk-produk fesyen. Secara kreatif, hasil karya dari para peserta tersebut dipadukan dengan wastra atau tekstil tradisional Indonesia. Perpaduan seni unik dan wastra ini kemudian diterapkan pada berbagai macam produk fesyen yang bernilai jual tinggi, seperti kebaya, baju luaran (outerwear), serta rok. Melalui proses ini, coretan tangan para penyandang disabilitas berhasil ditransformasikan menjadi produk kreatif yang bernilai estetika tinggi.

Selain memberikan dampak langsung pada pengembangan keterampilan, program ini juga menerapkan model ekonomi yang berkelanjutan untuk mendukung kelangsungan kelas kreatif tersebut. Sebagian dari hasil penjualan setiap koleksi produk Dama Kara yang berhasil dipasarkan dialokasikan khusus untuk mendukung program kelas bagi teman-teman berkebutuhan khusus. Dengan menyisihkan sebagian keuntungan dari penjualan produk fesyen tersebut, Dama Kara memastikan bahwa fasilitas, alat gambar, dan pendampingan dalam kelas menggambar dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas yang ingin berkarya dan mandiri secara ekonomi.

Baca Juga

Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan Daerah

Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan Daerah

Keindahan dan keunikan produk fesyen hasil kolaborasi ini kini tidak hanya dinikmati di dalam negeri, tetapi telah merambah pasar internasional. Produk-produk Dama Kara tercatat telah berhasil dipasarkan ke beberapa negara di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan. Tidak hanya sukses dari sisi penjualan komersial, karya-karya fesyen yang memadukan wastra dan gambar dari penyandang disabilitas ini juga telah dipamerkan dalam berbagai ajang fesyen bergengsi di Prancis dan Korea Selatan. Pencapaian internasional ini membuktikan bahwa karya para penyandang disabilitas memiliki daya saing global dan mampu diterima dengan baik oleh masyarakat dunia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian Ketenagakerjaan

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026