Bank Indonesia (BI) kembali menggelar lelang instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Pada lelang yang dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, Bank Indonesia berhasil memenangkan lelang SRBI dengan nilai mencapai Rp24 triliun. Hasil lelang pada akhir pekan tersebut tercatat sebagai nilai kemenangan tertinggi yang diraih bank sentral sepanjang bulan Agustus 2026.
Lelang ini menarik minat yang cukup besar dari para pelaku pasar. Berdasarkan data hasil lelang, total penawaran masuk (incoming bids) dari para peserta lelang pada tanggal 28 Agustus 2026 tersebut mencapai Rp43,5 triliun. Dari keseluruhan penawaran yang masuk tersebut, Bank Indonesia kemudian menetapkan kemenangan lelang senilai Rp24 triliun.
Tren Peningkatan Nilai Lelang Sepanjang Agustus 2026
Hasil lelang pada tanggal 28 Agustus 2026 ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan hasil lelang SRBI pada pekan-pekan sebelumnya di bulan yang sama. Pada awal bulan, tepatnya pada lelang yang digelar tanggal 7 Agustus 2026, nilai lelang SRBI yang dimenangkan oleh Bank Indonesia tercatat hanya sebesar Rp7 triliun.
OJK Pastikan Posisi Kunci Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Telah Terisi

Memasuki pertengahan bulan, aktivitas lelang menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Pada lelang yang diselenggarakan tanggal 14 Agustus 2026, nilai SRBI yang berhasil dimenangkan oleh Bank Indonesia melonjak menjadi Rp20 triliun. Tren kenaikan ini terus berlanjut hingga akhirnya mencapai puncaknya pada lelang tanggal 28 Agustus 2026 dengan nilai Rp24 triliun.
Penurunan Yield dan Optimalisasi Instrumen Moneter
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan rincian perkembangan imbal hasil dalam lelang tersebut. Sejalan dengan hasil lelang yang diperoleh, rata-rata tertimbang (RRT) yield untuk SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan mengalami penurunan menjadi 7%. Angka imbal hasil ini mengalami penurunan dibandingkan dengan lelang sebelumnya yang berada di level 7,37%.
BNI wondrX 2026 Sukses Digelar, Transaksi Tembus Rp 2,7 Triliun

Penurunan rata-rata tertimbang yield yang dimenangkan ini juga sejalan dengan pergerakan penawaran yang diajukan oleh para peserta lelang. Tercatat, rata-rata yield yang ditawarkan oleh para peserta lelang mengalami penurunan dari yang sebelumnya sebesar 7,45% menjadi 7,08% pada lelang kali ini.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penggunaan instrumen moneter yang dimiliki, termasuk instrumen SRBI. Langkah optimalisasi ini dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan domestik. Selain itu, optimalisasi instrumen moneter ini juga ditujukan untuk mendukung stabilitas pasar uang dan menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap stabil, sekaligus menjaga daya tarik pasar keuangan domestik guna menarik aliran masuk portofolio asing.






