apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Sains

Benarkah Mimpi Pintu Menuju Alam Semesta Paralel? Ini Penjelasan Pakar Fisika

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 12 Agu 2026 - 08.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Benarkah Mimpi Pintu Menuju Alam Semesta Paralel? Ini Penjelasan Pakar Fisika
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Gagasan mengenai mimpi sebagai gerbang yang menghubungkan manusia dengan dimensi lain kerap memicu rasa penasaran di masyarakat. Spekulasi bahwa pengalaman tidur berkaitan dengan realitas alternatif sering kali diperbincangkan. Namun, sains memberikan penjelasan rasional yang bertumpu pada mekanisme kerja tubuh manusia. Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa mimpi merupakan akses menuju "dunia lain".

Prof Husin, yang juga mengajar mata kuliah Biofisika dan Kompleksitas pada Program Studi Magister Biofisika IPB University, menerangkan bahwa mimpi pada dasarnya adalah hasil dari aktivitas biologis dan kimiawi yang sangat kompleks di dalam otak. Otak manusia bekerja sebagai sebuah sistem kompleks yang tersusun dari miliaran neuron. Sel-sel saraf tersebut saling terhubung serta berkomunikasi melalui sinyal listrik dan komunikasi kimiawi yang melibatkan neurotransmiter. Aktivitas kelistrikan dan kimiawi di dalam otak tersebut tidak pernah berhenti beroperasi, termasuk ketika seseorang sedang terlelap.

Secara ilmiah, fenomena mimpi berlangsung paling jelas saat seseorang berada dalam fase Rapid Eye Movement (REM). Pada fase REM ini, tingkat keaktifan di beberapa wilayah otak justru menunjukkan intensitas yang mendekati kondisi manusia saat sedang terjaga. Di sinilah otak melakukan "pembersihan" dan pengolahan data internal. Karakteristik mimpi yang sering kali terasa acak, aneh, dan tidak logis dipicu oleh aktivasi spontan dari berbagai jaringan otak selama fase REM tersebut. Selama proses tidur itu, otak secara kreatif menggabungkan berbagai fragmen memori dengan imajinasi, tetapi berlangsung tanpa kendali logika seperti saat manusia sadar sepenuhnya.

Baca Juga

Estella Loupatty dan Isabelle Nottet Jadi Marquee Player Liga Putri Indonesia 2026/27

Estella Loupatty dan Isabelle Nottet Jadi Marquee Player Liga Putri Indonesia 2026/27

Dari sudut pandang ilmu fisika, konsep mengenai keberadaan semesta lain memang diakui melalui beberapa teori. Konsep ini dikenal melalui interpretasi Many-Worlds dalam mekanika kuantum maupun hipotesis multiverse dalam kosmologi yang lahir dari teori inflasi kosmik. Kendati kerangka teori fisika tersebut ada, Prof Husin menilai bahwa anggapan yang memosisikan mimpi sebagai jendela menuju alam semesta paralel lebih tepat dikategorikan sebagai spekulasi filosofis atau interpretasi metafisis, bukan fenomena fisik yang terbukti secara empiris.

Upaya untuk memahami cara kerja otak terus dilakukan oleh para ilmuwan di berbagai belahan dunia. Sebagai contoh, peneliti dari MIT menggunakan teknologi transcranial focused ultrasound untuk membedah bagaimana otak menciptakan pikiran dan perasaan tanpa perlu melakukan tindakan operasi. Selain itu, peneliti juga berhasil mengembangkan protein sensor yang mampu melacak sinyal glutamat di dalam otak secara real-time. Perkembangan teknologi ini semakin memperjelas bahwa aktivitas mental manusia, termasuk mimpi, berakar pada proses fisik di dalam otak.

Baca Juga

Tantangan Fatmah Nahdi di Film Bisikan Desa Gringsing Akting Tanpa Dialog

Tantangan Fatmah Nahdi di Film Bisikan Desa Gringsing Akting Tanpa Dialog

Meningat kompleksnya aktivitas otak saat tidur, menjaga kualitas tidur sangat krusial bagi kesehatan. Dalam konteks ini, kebijakan yang mengganggu pola tidur dapat berdampak buruk. Menurut ahli neurosains, kebijakan masuk sekolah mulai pukul 06.00 WIB berisiko menurunkan kesehatan otak, prestasi akademik, serta kestabilan emosi pada anak-anak dan remaja akibat kurang tidur. Hal ini menegaskan bahwa tidur yang cukup sangat dibutuhkan agar otak dapat berfungsi optimal.

Di bidang sains lainnya, kolaborasi antara fisika dan teknologi modern juga terus membuahkan hasil. Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini telah membantu Giorgio Parisi, peraih Nobel Fisika tahun 2021, untuk memecahkan persoalan matematika dalam bidang fisika. Penemuan-penemuan di bidang fisika dan neurosains ini terus memperluas pemahaman manusia tentang alam semesta dan cara kerja otak secara ilmiah, tanpa harus bersandar pada spekulasi metafisis yang tidak terbukti.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IPB University

Berita Terbaru Lainnya

4 Rekomendasi Komisi III DPR RI dalam Kasus Kematian Mantan Istri Polisi di MedanKementerian Pariwisata Dukung Program Tiket Domestik Gratis InJourney dan Garuda IndonesiaPemprov DKI Jakarta Alihkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu ke PT TransjakartaHarga Minyak Mentah Menguat di Tengah Ketidakpastian Pembukaan Selat HormuzTuntutan Kasus Satkomhan Kemhan, Laksda Leonardi Sebut Hanya Jalankan Perintah PresidenChina dan Rusia Minati Proyek Kereta Kalimantan, Jalur Berpeluang Terhubung ke IKNPenjelasan di Balik Videotron Hujan Anggur di Jakarta yang Ramai di Media SosialEstella Loupatty dan Isabelle Nottet Jadi Marquee Player Liga Putri Indonesia 2026/27

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap