Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya menarik melalui film misteri terbaru berjudul Bisikan Desa Gringsing. Salah satu aktris yang terlibat dalam proyek ini adalah Fatmah Nahdi. Dalam film tersebut, Fatmah dipercaya untuk memerankan karakter bernama Fatimah. Sosok Fatimah digambarkan sebagai karakter yang ditakuti oleh warga kampung di dalam film, namun uniknya, ia hampir tidak memiliki baris dialog sama sekali.
Keterbatasan dialog ini menjadi ujian tersendiri bagi kemampuan seni peran Fatmah Nahdi. Peran tersebut menuntut dirinya untuk menyampaikan emosi secara efektif hanya melalui gestur tubuh dan ekspresi wajah. Fatmah mengungkapkan pengalamannya, "Tantangan terbesar aku untuk part-nya adalah memerankan suatu peran yang berbicara tanpa berbicara." Selain tantangan akting tersebut, Fatmah Faisal Nahdi juga mengakui bahwa dirinya merupakan pemeran yang paling penakut selama menjalani proses syuting di Malaysia. Hal ini cukup dimaklumi mengingat statusnya sebagai pemain termuda di antara seluruh jajaran pemeran film tersebut.
Proses produksi film Bisikan Desa Gringsing sendiri merupakan sebuah proyek kolaborasi lintas negara yang melibatkan rumah-rumah produksi dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Karena adanya perbedaan bahasa di lokasi syuting, para pemain sering kali harus menggunakan bahasa isyarat atau gerak-gerik tubuh untuk saling berkomunikasi dan memahami satu sama lain. Kendati demikian, hubungan antarpemain dan kru di lokasi syuting tetap berlangsung dengan sangat hangat dan penuh kebersamaan.
Stok Beras di Gudang Bulog Meger Klaten Melimpah, Pengadaan Jalan Terus

Selama syuting di Malaysia, para pemeran juga harus beradaptasi dengan sistem kerja produksi internasional yang menerapkan jadwal syuting secara ketat dan disiplin. Pengambilan gambar dilakukan di Iskandar Malaysia Studios dengan memanfaatkan teknologi Virtual Production. Pengalaman syuting dengan teknologi modern ini juga dirasakan oleh pemeran lainnya, seperti Aghniny Haque dan Hesti Putri.
Bicara tentang Hesti Putri, aktris yang turut membintangi film misteri ini ternyata memiliki latar belakang menarik di luar dunia seni peran. Ia mengungkapkan masa lalunya sebagai anggota Paskibraka di Bontang pada tahun 1995. Pengalaman berharga tersebut rupanya menurun kepada keluarganya, di mana Hesti kini memberikan dukungan penuh kepada putrinya, Latisha Eunike, untuk mengikuti jejak yang sama sebagai Paskibraka.
Dynasty Capital dan CFX Jajaki Kerja Sama Pengembangan Industri Kripto

Kabar membanggakan juga datang dari perfilman nasional secara umum. Selain kehadiran proyek internasional seperti Bisikan Desa Gringsing, film Indonesia lainnya yang berjudul Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) karya sutradara Kamila Andini berhasil menorehkan prestasi di kancah global. Film tersebut terpilih untuk masuk ke dalam Centrepiece Programme di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 yang diselenggarakan di Toronto.
Kembali ke film Bisikan Desa Gringsing, karya kolaborasi ini tidak hanya menawarkan ketegangan misteri, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mendalam kepada para penonton. Melalui karakternya, Fatmah menyampaikan sebuah pesan penting, "Pesannya jangan menyakiti makhluk apa yang terlihat lemah karena bisa jadi bumerang juga buat kamu. Tidak ada dendam yang tidak terbalas." Bagi para pencinta film misteri tanah air, Bisikan Desa Gringsing dijadwalkan akan segera tayang perdana di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 24 September 2026.






