apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Business

Perusahaan Terbesar di Dunia Tebar Dividen Malah Jadi Petaka

Nyaring AranDiterbitkan 12 Agu 2026 - 06.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perusahaan Terbesar di Dunia Tebar Dividen Malah Jadi Petaka
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal menarik mengenai sejarah pasar modal dunia dalam peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyebut Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC sebagai perusahaan publik pertama di dunia. Nilai kapitalisasi pasar dari kongsi dagang asal Belanda ini diperkirakan sangat luar biasa jika dikonversi ke nilai modern saat ini. Airlangga menuturkan bahwa jika nilai VOC dihitung berdasarkan nilai saat ini, market capitalization atau kapitalisasi pasar perusahaan tersebut dapat mencapai sekitar US$7 hingga US$8 triliun. Angka yang sangat fantastis ini menunjukkan betapa besarnya skala bisnis VOC pada masanya. Namun, di balik nilai kapitalisasi yang luar biasa tersebut, sejarah mencatat adanya kekacauan yang terjadi ketika perusahaan ini memutuskan untuk membagikan keuntungan kepada para pemegang sahamnya.

Sejarah penawaran saham perdana VOC sendiri bermula pada bulan Agustus 1602. Pada saat itu, perusahaan yang menjalankan bisnisnya dalam perdagangan komoditas Asia, khususnya rempah-rempah, mulai menjual saham kepada publik. Langkah ini tercatat dengan baik dalam sejarah keuangan dunia. Lodewijk Petram dalam karyanya yang berjudul "The World's First Stock Exchange" yang diterbitkan pada tahun 2011, mencatat rincian penting mengenai awal mula pendanaan ini. Berdasarkan catatan tersebut, terdapat sebanyak 1.143 orang yang menaruh uang mereka sebagai modal awal untuk VOC di Bursa Efek Amsterdam. Investasi massal ini secara resmi menandai kehadiran awal dari sistem pasar modal modern di mana masyarakat umum dapat ikut serta menanamkan modal pada sebuah kongsi dagang.

Baca Juga

Destry Damayanti Menjadi Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Destry Damayanti Menjadi Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Setelah delapan tahun berlalu sejak penjualan saham perdana tersebut, VOC akhirnya membagikan dividen pertamanya kepada para investor pada bulan April 1610. Pembagian keuntungan ini tentu sangat dinantikan oleh para pemegang saham yang telah menanti sejak tahun 1602. Herald van der Linde dalam bukunya yang berjudul "Asia's Stock Markets" yang terbit pada tahun 2022, mencatat rincian pembagian dividen perdana tersebut. Berdasarkan catatannya, para investor memperoleh dividen yang nilainya mencapai sebesar 75 persen dari nilai nominal penjualan pertama saham VOC. Namun, ada hal yang sangat tidak biasa dalam mekanisme pembayaran ini. Alih-alih memberikan uang tunai kepada para pemegang saham, VOC justru membayar keuntungan tersebut menggunakan komoditas barang yang menjadi sumber kekayaan utama mereka, yakni rempah-rempah seperti lada dan pala.

Mekanisme pembayaran dividen yang tidak biasa ini segera memicu masalah besar di pusat perdagangan Amsterdam. Keputusan VOC untuk membagikan keuntungan dalam bentuk komoditas secara langsung ternyata mendatangkan petaka. Masuknya pasokan lada secara tiba-tiba dalam jumlah yang sangat besar ke tangan para investor menyebabkan harga rempah-rempah langsung anjlok drastis di seluruh Amsterdam. Para pemegang saham yang semula berharap mendapatkan keuntungan melimpah justru menghadapi kesulitan karena pasar mengalami banjir pasokan lada. Akibatnya, nilai dari dividen yang mereka terima merosot tajam seiring dengan jatuhnya harga komoditas tersebut di pasar lokal. Peristiwa inilah yang membuat momen pembagian dividen dari perusahaan terbesar di dunia ini justru berubah menjadi petaka bagi para penerimanya.

Baca Juga

Asing Net Buy Rp393 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Buy Rp393 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Menyadari dampak buruk dari kebijakan tersebut, VOC kemudian melakukan perubahan pada mekanisme pembagian keuntungan mereka. Pada tahun 1623, VOC secara resmi mengubah kebijakan pembayaran dividen kepada para pemegang saham. Sejak tahun tersebut, VOC mulai membagikan keuntungan tidak hanya dalam bentuk rempah-rempah saja, melainkan juga menyertakan uang tunai bagi para investornya. Perubahan kebijakan ini membuat distribusi keuntungan menjadi lebih stabil dan teratur. Setelah diterapkannya kebijakan baru pada tahun 1623 ini, VOC tercatat membagikan dividen kepada para investornya secara berkala setiap dua hingga enam tahun sekali. Langkah ini berhasil meminimalkan risiko guncangan harga komoditas di pasar sekaligus memberikan kepastian nilai bagi para pemegang sahamnya.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pasar modalSejarah EkonomivocDividen

Berita Terbaru Lainnya

Reformasi Ekonomi Nigeria, Pasar Keuangan Bergairah di Tengah Impitan Hidup WargaRincian Bantuan Pemerintah Pusat untuk Pembayaran Gaji ASN di DaerahDestry Damayanti Menjadi Calon Tunggal Gubernur Bank IndonesiaAsing Net Buy Rp393 Miliar di Sesi I, Ini Daftar SahamnyaMitsubishi New Xforce HEV Catat Penjualan Positif dan Buktikan Efisiensi Jarak JauhMobil China di RI Makin Ganas, BYD Salip Honda, Jaecoo-Geely MengancamTransmart Full Day Sale Hadirkan Diskon Elektronik Mesin Cuci dan TV hingga 50 PersenTantangan Fatmah Nahdi di Film Bisikan Desa Gringsing Akting Tanpa Dialog

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap