Saham apa saja yang dikoleksi investor asing saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada paruh pertama perdagangan? Pertanyaan ini menjadi penting bagi para pelaku pasar yang ingin memetakan arah aliran dana asing di tengah fluktuasi indeks domestik. Pada perdagangan sesi I hari Senin, 10 Agustus 2026, IHSG terpantau berbalik arah dan ditutup melemah di level 6.378,40, mengalami penurunan sebesar 31,25 poin atau 0,49 persen dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.409,65.
Meskipun indeks acuan melemah, aliran modal asing justru tetap mengalir masuk ke pasar saham Indonesia. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp393,71 miliar di seluruh pasar. Total transaksi asing pada sesi pertama tercatat sebesar Rp6,25 triliun, yang terdiri dari transaksi beli senilai Rp3,32 triliun dan transaksi jual senilai Rp2,93 triliun.
Sejumlah emiten menjadi sasaran utama pembelian oleh pemodal asing. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menempati urutan pertama sebagai saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp216,46 miliar. Di posisi berikutnya, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (MDKA) mencatatkan net buy sebesar Rp62,70 miliar, diikuti oleh PT Timah Tbk. (TINS) dengan nilai Rp35,79 miliar. Selain itu, investor asing juga meminati saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) senilai Rp30,20 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp28,38 miliar, serta PT Essa Industries Indonesia Tbk. (ESSA) dengan nilai Rp24,92 miliar.
Mobil China di RI Makin Ganas, BYD Salip Honda, Jaecoo-Geely Mengancam

Di sisi lain, tidak sedikit pula saham yang dilepas oleh investor asing pada paruh pertama hari ini. Aksi jual bersih terbesar dialami oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai pelepasan mencapai Rp244,77 miliar. Pelepasan saham oleh asing juga menekan saham perbankan BUMN, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net sell sebesar Rp212,57 miliar, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp97,13 miliar. Saham-saham lain yang turut dilepas asing meliputi PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp82,50 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sebesar Rp58,34 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan nilai Rp47,64 miliar.
Pergerakan IHSG sepanjang sesi I diwarnai oleh fluktuasi yang cukup lebar, di mana indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.462,74 pada perdagangan pagi sebelum akhirnya merosot ke level terendah di posisi 6.372,92. Aktivitas transaksi di bursa terbilang ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp11,58 triliun. Sebanyak 31,98 miliar lembar saham diperdagangkan melalui 1,70 juta kali transaksi. Secara keseluruhan, tercatat ada 287 saham yang menguat, 330 saham melemah, dan 346 saham bergerak stagnan.
SpaceX Alokasikan Belanja Modal AI Rp 288 Triliun pada Kuartal II-2026

Pelemahan indeks kali ini didorong oleh tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BMRI, BRPT, VKTR, dan AMMN. Sebaliknya, saham-saham seperti SMMA, BBCA, MDKA, DSSA, dan GIAA tampil sebagai penopang yang menahan kejatuhan indeks lebih dalam. Jika dibandingkan dengan pergerakan sepanjang pekan lalu, investor asing sebelumnya membukukan total net buy sekitar Rp694,8 miliar, dengan BBRI sebagai saham favorit senilai Rp559 miliar, diikuti TINS sebesar Rp385,5 miliar dan DSSA senilai Rp302 miliar. Perubahan peta transaksi hari ini menunjukkan dinamika pasar yang bergerak cepat di awal pekan.






