apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Bahaya Penggunaan Cotton Bud dan Cara Aman Membersihkan Telinga

Domu TobingDiterbitkan 10 Agu 2026 - 07.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bahaya Penggunaan Cotton Bud dan Cara Aman Membersihkan Telinga
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Kebiasaan memasukkan cotton bud ke dalam liang telinga dapat memicu gangguan kesehatan yang serius pada telinga. Banyak orang terbiasa menggunakan alat ini untuk membersihkan telinga, namun para ahli medis mengingatkan bahwa tindakan tersebut tidak diperlukan dan justru berbahaya. Dokter THT di RSUP Nasional Dr. Ciptomangunkusumo menjelaskan bahwa serumen atau kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi penting. Serumen tersebut bertindak sebagai pelindung alami bagi saluran telinga dari infeksi bakteri. Oleh karena itu, keberadaan serumen dalam jumlah normal sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan organ pendengaran kita.

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, memasukkan cotton bud ke dalam liang telinga justru berisiko mendorong kotoran telinga atau serumen masuk semakin dalam, bahkan hingga mendekati gendang telinga. Tindakan ini tidak hanya dapat menyumbat saluran pendengaran, tetapi juga berisiko melukai kulit tipis di dalam liang telinga dan merusak gendang telinga secara permanen. Selain itu, Cleveland Clinic turut menjelaskan bahwa penggunaan cotton bud dapat menggores kulit liang telinga, yang pada akhirnya meningkatkan risiko infeksi bakteri atau jamur. Bukannya membersihkan, gesekan dari kapas pada cotton bud tersebut justru dapat merangsang produksi kotoran telinga menjadi lebih banyak.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Sebenarnya, telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri yang sangat efektif. Secara alami, serumen akan bergerak perlahan menuju lubang telinga luar melalui gerakan rahang sehari-hari, seperti saat kita sedang mengunyah makanan atau berbicara, dan kemudian kotoran tersebut akan keluar dengan sendirinya. Oleh karena itu, jika tidak ada keluhan medis pada telinga Anda, membersihkan bagian daun telinga atau telinga luar saja menggunakan kain lembut atau lap basah sudah cukup untuk menjaga kebersihannya. Sebaliknya, Anda harus menghindari memasukkan benda apa pun ke dalam telinga, termasuk jepit rambut, penjepit kertas, atau korek api, karena tindakan tersebut membawa risiko yang sangat tinggi untuk menyebabkan luka dan infeksi pada saluran telinga.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Selain penggunaan cotton bud dan benda tajam lainnya, sebagian orang juga mencoba metode pembersihan alternatif seperti terapi ear candling. Namun, secara medis, metode ear candling ini tidak terbukti efektif. Terapi ini justru sangat berbahaya karena berisiko menyebabkan luka bakar pada area telinga, penyumbatan saluran telinga oleh lilin yang mencair, hingga kerusakan parah pada gendang telinga. Jika gendang telinga sampai mengalami kerusakan atau robek akibat kesalahan pembersihan ini, pasien mungkin harus menjalani prosedur operasi yang disebut timpanoplasti (tympanoplasty) untuk memperbaiki gendang telinga yang robek atau berlubang tersebut.

Apabila kotoran telinga menumpuk hingga menimbulkan gangguan, penanganan yang tepat sangatlah penting. Dokter Spesialis THT RSCM, dr. Rangga Rayendra Saleh, mengungkapkan bahwa serumen prop (kotoran telinga yang menyumbat) serta masuknya benda asing seperti serangga merupakan penyebab utama terjadinya gangguan pendengaran pada seseorang. Jika penumpukan serumen tersebut mulai menyebabkan gejala-gejala yang mengganggu seperti telinga terasa tersumbat, pendengaran berkurang, rasa nyeri, gatal, atau telinga berdenging (tinnitus), Anda sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Sebagai informasi, tinnitus adalah istilah medis untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mendengar suara berdenging atau berdesing di dalam telinganya.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Dalam menghadapi masalah penumpukan kotoran telinga ini, Mayo Clinic menyarankan agar masyarakat selalu mencari penanganan paling aman melalui bantuan tenaga kesehatan profesional daripada mencoba mengorek telinga sendiri. Ketika Anda memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, dokter THT memiliki prosedur yang aman untuk mengeluarkan kotoran tersebut. Dalam beberapa kasus tertentu, dokter mungkin juga akan meresepkan atau memberikan obat tetes telinga khusus terlebih dahulu. Obat tetes ini berfungsi untuk melunakkan serumen yang mengeras sebelum dilakukan tindakan pembersihan secara profesional, sehingga proses pembersihan dapat berjalan dengan aman tanpa melukai saluran telinga.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatan

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026