apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

AS Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Proyek Mineral Kritis dan Baterai Listrik

Nyaring AranDiterbitkan 10 Agu 2026 - 02.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
AS Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Proyek Mineral Kritis dan Baterai Listrik
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan rencana investasi besar-besaran untuk memperkuat sektor energi dan pertahanan dalam negeri. Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa pemerintahnya siap mengucurkan dana investasi sebesar US$ 3 miliar. Nilai investasi tersebut setara dengan Rp 53,8 triliun jika dihitung menggunakan nilai kurs Rp 17.841 per dolar AS. Dana yang sangat besar ini akan dialokasikan secara khusus untuk mendanai berbagai proyek mineral kritis

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
serta proyek baterai listrik di negara tersebut.

Langkah investasi strategis ini diambil oleh pemerintah Amerika Serikat dengan tujuan yang sangat jelas. Fokus utama dari pengucuran dana ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri di sektor mineral kritis dan baterai listrik. Selain untuk mendorong produksi domestik, investasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan keamanan nasional serta memperbaiki kebijakan industri yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Dengan memperkuat sektor-sektor ini, pemerintah berharap dapat menciptakan fondasi industri yang lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi tantangan global.

Sebagian besar dari total investasi ini akan disalurkan melalui skema pembiayaan khusus. Office of Strategic Capital (OSC), yang merupakan bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, memegang peran penting dalam penyaluran dana ini. OSC memberikan pinjaman bersyarat dengan nilai yang sangat signifikan, yaitu sebesar US$ 1,4 miliar, kepada Sila Nanotechnologies. Sila Nanotechnologies sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur atau memproduksi komponen-komponen penting untuk baterai lithium-ion.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Selain memberikan pinjaman kepada produsen komponen baterai, Office of Strategic Capital (OSC) dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat juga memperluas jangkauan dukungannya ke sektor hulu dan pengembang teknologi lainnya. OSC telah memperpanjang pinjaman bersyarat dengan nilai mencapai US$ 400 juta kepada Sunrise Energy Metals, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penambangan skandium. Tidak hanya itu, OSC juga memberikan pinjaman bersyarat lainnya senilai US$ 150 juta kepada Niron Magnetics, yang dikenal sebagai perusahaan pengembang produk magnet.

Dukungan pembiayaan untuk memperkuat rantai pasok dalam negeri ini tidak hanya datang dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui OSC. Lembaga keuangan pemerintah lainnya, yaitu Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat (US Export-Import Bank), juga turut berkontribusi dalam program investasi ini. Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat akan meminjamkan dana dengan total mencapai US$ 58 juta. Pinjaman ini akan dialokasikan secara bersama untuk mendukung tiga perusahaan penting, yaitu Westwater Resources, Global Advanced Metals, dan 5E Advanced Materials.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Kebijakan investasi yang dilakukan oleh Gedung Putih ini juga didorong oleh situasi keamanan global dan kebutuhan pertahanan yang mendesak. Pihak Gedung Putih membutuhkan pasokan mineral kritis yang stabil untuk mengisi kembali persediaan senjata mereka yang telah menipis. Penurunan cadangan senjata ini terjadi akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dengan Iran. Selama perang dengan Iran yang berlangsung selama lima bulan, pasukan militer Amerika Serikat tercatat telah menghabiskan sejumlah besar rudal berpemandu presisi serta pencegat pertahanan udara, sehingga pemulihan stok senjata menjadi prioritas utama.

Di samping untuk keperluan pemulihan persediaan senjata militer, investasi dalam proyek mineral kritis dan baterai listrik ini juga memiliki target geopolitik yang sangat penting. Melalui peningkatan produksi dalam negeri, pemerintah Amerika Serikat berupaya keras untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap rantai pasokan dari Tiongkok. Dengan mengurangi ketergantungan pada pasokan Tiongkok dan memperkuat produksi domestik melalui investasi US$ 3 miiliar ini, Amerika Serikat berupaya mengamankan jalur logistik industri dan militernya demi kepentingan nasional jangka panjang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika Serikatmineral kritis

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026