apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Adhi Karya Berpotensi Tunda Pembayaran Bunga Obligasi Rp 60,8 Miliar

Nyaring AranDiterbitkan 24 Agu 2026 - 10.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Adhi Karya Berpotensi Tunda Pembayaran Bunga Obligasi Rp 60,8 Miliar
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) kini tengah menghadapi tantangan keuangan yang cukup serius. BUMN konstruksi tersebut dilaporkan berpotensi mengalami penundaan dalam pembayaran bunga obligasi dengan nilai mencapai Rp 60.824.400.000. Kewajiban pembayaran bunga obligasi ini dijadwalkan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2026.

Potensi penundaan pembayaran ini menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan. Hal ini mengingat posisi ADHI sebagai salah satu perusahaan konstruksi pelat merah yang tengah berupaya menjaga stabilitas keuangannya di tengah berbagai proyek yang berjalan.

Mengapa Pembayaran Bunga Obligasi ADHI Berpotensi Tertunda?

Potensi penundaan pembayaran bunga obligasi senilai puluhan miliar rupiah ini bersumber dari instrumen keuangan yang diterbitkan perusahaan beberapa tahun lalu. Secara spesifik, kewajiban yang dimaksud berasal dari pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III ADHI KARYA Tahap III Tahun 2022 Seri B-C Ke-17.

Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, mengungkapkan bahwa perseroan saat ini sedang berada di bawah tekanan keuangan. Tekanan finansial inilah yang kemudian memicu potensi keterlambatan atau penundaan pembayaran bunga obligasi yang seharusnya diselesaikan pada akhir Agustus 2026 tersebut. Kondisi ini memicu manajemen untuk segera mencari jalan keluar guna meminimalisasi dampak yang lebih luas bagi kredibilitas keuangan perusahaan.

Bagaimana Dampak Tekanan Keuangan Terhadap Kinerja ADHI?

Tekanan keuangan yang sedang dihadapi oleh ADHI tidak hanya berdampak pada tertundanya pembayaran bunga obligasi ke-17 ini saja. Manajemen mengakui bahwa kondisi finansial yang kurang menguntungkan ini membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap berbagai aspek operasional dan finansial perusahaan secara menyeluruh.

Baca Juga

Proyek Tol Akses Patimban Dikebut, Begini Progresnya

Proyek Tol Akses Patimban Dikebut, Begini Progresnya

Dampak utama dari tekanan keuangan tersebut meliputi penurunan kinerja konsolidasi perseroan secara umum. Selain itu, posisi likuiditas ADHI juga turut terganggu, yang pada akhirnya memengaruhi tingkat solvabilitas perusahaan induk. Dengan terganggunya aspek-aspek tersebut, kemampuan ADHI untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada para kreditur secara tepat waktu juga ikut terdampak secara langsung.

Apa Hasil dari Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO)?

Sebagai upaya untuk mengatasi potensi penundaan pembayaran ini, manajemen ADHI telah mengambil langkah taktis dengan mengundang para pemegang obligasi. Perseroan telah menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada tanggal 6 Agustus 2026.

Dalam rapat tersebut, agenda utama yang diusulkan oleh manajemen ADHI adalah permohonan penundaan jadwal pembayaran bunga obligasi. Penundaan yang diusulkan tidak hanya untuk pembayaran ke-17 yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026, melainkan mencakup rangkaian pembayaran bunga obligasi ke-17, ke-18, dan ke-19.

Namun, upaya untuk mendapatkan persetujuan resmi dari para pemegang obligasi dalam RUPO tersebut belum membuahkan hasil. Rapat yang diselenggarakan pada awal Agustus tersebut dinyatakan tidak mencapai kuorum persetujuan yang dipersyaratkan. Akibat tidak terpenuhinya kuorum ini, RUPO belum dapat mengambil keputusan legal apa pun terkait usulan penundaan jadwal pembayaran bunga obligasi tersebut.

Baca Juga

BNI wondrX 2026 Sukses Digelar, Transaksi Tembus Rp2,7 Triliun

BNI wondrX 2026 Sukses Digelar, Transaksi Tembus Rp2,7 Triliun

Bagaimana Langkah Penyelesaian dan Rencana Manajemen Selanjutnya?

Meskipun RUPO pertama belum berhasil mengambil keputusan akibat tidak tercapainya kuorum, manajemen ADHI tetap menyiapkan langkah-langkah strategis berikutnya untuk menyelesaikan permasalahan pemenuhan kewajiban keuangan ini.

Langkah pertama yang akan ditempuh oleh ADHI adalah melakukan koordinasi intensif dengan Wali Amanat. Koordinasi ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah penyelesaian yang sesuai dengan koridor hukum dan ketentuan yang telah diatur dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan. Dengan merujuk pada perjanjian tersebut, diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik bagi perseroan maupun para pemegang obligasi.

Selain berkoordinasi dengan Wali Amanat, ADHI juga fokus pada perbaikan internal secara menyeluruh. Manajemen saat ini sedang menyusun program transformasi bisnis yang komprehensif. Program transformasi ini dirancang dengan memperhatikan keberlangsungan operasional usaha perseroan secara jangka panjang. Melalui transformasi ini, ADHI berkomitmen untuk meningkatkan kondisi keuangan dan operasionalnya agar dapat memenuhi seluruh kewajiban keuangan kepada kreditur secara berkelanjutan di masa mendatang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

keuanganObligasi

Berita Terbaru Lainnya

Proyek Tol Akses Patimban Dikebut, Begini ProgresnyaIstana Bantah Isu Prabowo Tunjuk Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan KarhutlaIni Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya MirisKisah Dua Pengusaha Besar Indonesia yang Rutin Berziarah ke Gunung KawiIntip Transaksi Saham Milik Trump, Lepas Meta, Beli Visa & Mastercard26 Hari Terdampar di Samudra Pasifik, Nelayan Asal Ternate Ditemukan Kapal LewatGubernur NTB, Restorasi Kampung Adat Sade Pascakebakaran Butuh Biaya BesarPrabowo Panggil Panglima TNI dan Kepala Staf, Bahas Karhutla Kalimantan serta Gempa NTT

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap