Boca Chica, Texas – Prototipe roket Starship milik SpaceX kembali mengalami kegagalan dramatis pada Selasa pagi di awal Januari 2025, setelah kendaraan setinggi 120 meter itu meledak sekitar dua menit pasca lepas landas dari landasan Starbase. Insiden tanpa awak ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebarkan puing-puing ke area aman yang telah ditentukan di Teluk Meksiko. Ledakan terjadi tak lama setelah pemisahan pendorong Super Heavy yang tampak berjalan mulus, menandai kemunduran terbaru dalam program pengembangan roket paling ambisius milik Elon Musk.
Misi uji terbang yang bertujuan mencapai ketinggian orbit rendah dan melakukan pendaratan lunak di Samudra Pasifik ini memperlihatkan anomali tak terduga pada mesin tahap atas Starship sesaat setelah penyalaan mesin Raptor untuk fase pembakaran kedua. Rekaman langsung dari SpaceX menunjukkan badan roket diselimuti api lalu hancur berkeping-keping. SpaceX mengonfirmasi bahwa kendaraan tahap atas mengalami pembongkaran cepat tak terjadwal dan menyatakan tim sudah mengamankan data untuk bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA). Regulator langsung mengeluarkan perintah penghentian seluruh peluncuran Starship hingga investigasi penyebab selesai.
Bukan Cuma Makan Siang, QRIS Kini Sentuh Transportasi, Parkir, dan Akomodasi

Kegagalan ini memberikan pukulan serius bagi linimasa eksplorasi antariksa yang melibatkan Starship. NASA telah memilih modifikasi Starship sebagai pendarat manusia untuk misi Artemis III yang dijadwalkan mendaratkan astronot di Bulan pada 2026. Dengan tertundanya uji terbang orbital nirawak, jadwal tersebut hampir pasti mundur. Kontrak komersial, termasuk misi satelit Starlink generasi baru dan rencana penerbangan mengelilingi Bulan, juga terancam disesuaikan ulang. Di pasar keuangan, investor mulai mengkaji dampaknya terhadap valuasi perusahaan antariksa swasta itu.
Reaksi dari komunitas antariksa mengalir. Mantan astronaut NASA Chris Hadfield menyuarakan pandangan bahwa pengembangan roket sebesar ini memang brutal, namun setiap kegagalan menjadi pelajaran berharga. Penduduk lokal di Pulau Padre Selatan sempat diimbau menjauh dari pantai karena potensi serpihan ringan terbawa angin. Sejumlah pemilik properti di sekitar Boca Chica, yang sudah sering merasakan getaran uji statis, kembali menyampaikan kekhawatiran soal dampak lingkungan. Pihak kepolisian setempat melaporkan tidak ada kerusakan properti atau laporan cedera dari publik.
TikTok Bernapas Lega, Tenggat Larangan di AS Mundur ke April 2025

Ini adalah kegagalan besar keempat Starship sejak uji terbang orbital perdana pada April 2023. Setiap insiden selalu diikuti peningkatan signifikan: penerbangan pada akhir 2024 berhasil mencapai separuh orbit dan mengirim data pemanasan ulang yang berharga. Filosofi iteratif tetap dipegang SpaceX, di mana Elon Musk menyampaikan melalui platform X bahwa data dari penerbangan ini akan membuat penerbangan berikutnya lebih baik. Sementara tim insinyur menyisir rekaman telemetri dan bangkai yang berhasil dikumpulkan, publik antariksa kembali menanti kapan burung baja raksasa itu akan membumbung tanpa berakhir menjadi kembang api.






