Hari Minggu yang seharusnya menjadi momen tenang bagi warga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, mendadak berubah menjadi mencekam. Sebuah pertikaian berdarah meletus di Jalan Tambak pada pagi hari, menyisakan duka mendalam dan kerusakan fisik yang cukup parah. Bentrokan antarkelompok ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum di kawasan pemukiman tersebut, tetapi juga merenggut satu nyawa manusia akibat eskalasi kekerasan yang tidak terkendali. Ironisnya, perselisihan yang berujung pada hilangnya nyawa ini dipicu oleh persoalan yang sangat sepele, yakni kekecewaan atas pelayanan sarapan pagi yang dinilai kurang ramah dan lambat.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika salah satu orang dari kelompok yang kemudian diserang berniat membeli makanan untuk sarapan di sekitar lokasi. Diduga karena merasa tidak dilayani dengan baik atau ada sikap penjual yang dianggap tidak berkenan, pembeli tersebut langsung tersinggung. Luapan emosinya ditunjukkan dengan cara menggeber gas sepeda motornya dengan sangat bising sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut. Tindakan provokatif ini menjadi pemantik awal dari rangkaian kekerasan yang lebih besar yang segera menyusul di kawasan padat penduduk itu.








