Di tengah modernisasi pertanian yang kian gencar, riak air di wilayah Taizhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, kembali menyajikan pemandangan klasik yang menenangkan. Puncak musim panen telah tiba, membawa kesibukan tahunan bagi masyarakat setempat yang menggantungkan hidup pada hasil perairan. Komoditas yang menjadi primadona kali ini adalah kacang air, atau yang secara global dikenal sebagai water caltrop. Tanaman air yang unik ini kini telah siap dipetik setelah melewati masa pertumbuhan yang optimal.
Proses pemanenan kacang air di Taizhou tidak menggunakan mesin-mesin besar yang bising. Sebaliknya, para petani lokal memilih setia pada warisan leluhur dengan memanfaatkan perahu tradisional berukuran kecil. Mengayuh perlahan di antara hamparan daun hijau yang mengapung di permukaan air, warga dengan cekatan memilah dan memetik buah kacang air satu demi satu. Penggunaan perahu kayu tradisional ini bukan sekadar mempertahankan estetika masa lalu, melainkan sebuah metode praktis yang paling ramah lingkungan untuk menjangkau tanaman tanpa merusak ekosistem perairan yang sensitif.








