Persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 terus dimatangkan menjelang balapan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Hingga 21 Agustus 2026, panitia mencatat hampir 50 persen dari tiket yang disediakan telah terjual. Penjualan ini sejalan dengan target penyelenggara untuk mendatangkan total 145.000 penonton pada perhelatan tahun ini.
Perbaikan Infrastruktur dan Aksesibilitas Baru
Untuk menyukseskan acara tersebut, panitia daerah MotoGP Mandalika 2026 fokus menindaklanjuti sejumlah catatan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya. Langkah perbaikan mencakup kesiapan kapasitas bandara, manajemen transportasi, ketersediaan akomodasi, optimalisasi lampu penerangan jalan, hingga perbaikan kerusakan jalan di jalur bypass Mandalika, Lombok Tengah. Selain perbaikan infrastruktur jalan, persiapan tahun ini juga menghadirkan fasilitas baru berupa akses khusus bagi penyandang disabilitas.
Di samping kesiapan fasilitas fisik, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB bersama agen perjalanan wisata alam juga menawarkan paket wisata ke Gunung Rinjani khusus untuk para kru dan pembalap MotoGP. Ajang tahun ini juga akan diramaikan oleh penampilan pembalap muda Indonesia, yakni Mario Suryo Aji yang berkompetisi di Moto2 World Championship dan Veda Ega Pratama di Moto3 World Championship.
PBSI Rilis Harga Tiket Indonesia Open 2025, Terapkan Sistem One Time Entry

Dampak Ekonomi Nasional dan Regional
Keberhasilan MotoGP Mandalika pada tahun-tahun sebelumnya menjadi acuan penting. Pada tahun 2025, ajang balap ini mencatat efek pengganda (multiplier effect) ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun. Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang tersebut berhasil mendatangkan 140.324 penonton, mendorong aktivitas ekonomi lebih dari 600 UMKM, serta menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal.
Berdasarkan kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bertajuk "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata", gelaran tersebut diperkirakan menyumbang tambahan nilai tambah bruto sebesar Rp0,88 hingga Rp1,21 triliun bagi perekonomian NTB.
Pemain Akui Garuda Pertiwi Terburu-buru meski Menang 3-0 atas Yordania

Dampak ekonomi ini tecermin dari pertumbuhan ekonomi NTB secara keseluruhan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi NTB pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 13,64 persen secara tahunan (year-on-year). Angka pertumbuhan tersebut menempatkan NTB sebagai provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua secara nasional.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengungkapkan bahwa MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balap global, melainkan momentum strategis memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia dan membangun ekosistem motorsport nasional. Senada dengan hal tersebut, Troy Reza Warokka selaku Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, menyatakan bahwa seluruh persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.






