Tadej Pogacar Samai Rekor Legenda Balap Sepeda Dunia Usai Juarai Tour de France Kelima

Nyaring AranPublished 27 Jul 2026 - 08.390 Reads
Bagikan WhatsAppX
Tadej Pogacar Samai Rekor Legenda Balap Sepeda Dunia Usai Juarai Tour de France Kelima
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Panggung balap sepeda paling bergengsi di dunia, Tour de France, kembali menobatkan raja barunya yang kini resmi bersanding dengan para legenda terbesar sepanjang sejarah. Pebalap asal Slovenia, Tadej Pogacar, sukses mengunci gelar juara umumnya yang kelima. Keberhasilan ini membuat atlet berusia 27 tahun tersebut menyamai rekor abadi yang selama ini hanya dipegang oleh nama-nama besar seperti Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain. Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Pogacar yang merebut gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Perayaan gelar juara di etape pemungkas yang berlangsung di kawasan Champs-Elysees, Paris, kali ini diwarnai dengan situasi yang tidak biasa. Rute etape ke-21 yang semula dijadwalkan sejauh 133 kilometer terpaksa dipangkas menjadi 89 kilometer. Keputusan darurat ini diambil setelah otoritas keamanan harus dialihkan untuk membantu penanganan bencana kebakaran hutan yang melanda wilayah barat daya Prancis. Di tengah situasi tersebut, Pogacar yang membela panji UAE Team Emirates-XRG melintasi garis finis dengan aman bersama rombongan besar peloton untuk memastikan trofi juara berada di tangannya.

Bagi Pogacar, pencapaian ini terasa seperti mimpi yang sulit dipercaya. Dalam pidato kemenangannya, ia mempersembahkan pencapaian bersejarah ini kepada keluarga, terutama kedua orang tuanya yang selalu memberikan dukungan tanpa henti sejak awal kariernya. Pogacar mencatatkan statistik luar biasa dengan mengantongi tujuh kali partisipasi di Tour de France, yang semuanya berakhir di atas podium, termasuk lima kali sebagai juara umum. Sepanjang kompetisi tahun ini, ia juga tampil dominan dengan memenangi lima etape, termasuk menaklukkan tanjakan legendaris Alpe d'Huez pada etape ke-19.

Also Read

Fajar dan Fikri Pertahankan Gelar Juara di China Open 2026

Di balik pesta kemenangan ini, Pogacar tetap menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada rival utamanya, Jonas Vingegaard. Pebalap asal Denmark tersebut terpaksa menyudahi balapan lebih awal setelah mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan patah tulang selangka pada etape ke-15. Pogacar menyampaikan rasa simpatinya atas insiden yang menimpa Vingegaard serta pebalap lainnya, seraya berharap mereka segera pulih untuk kembali bersaing secara sengit pada edisi tahun depan. Cedera musuh bebuyutannya itu memang melapangkan jalan Pogacar menuju podium tertinggi.

Sementara Pogacar merayakan gelar juara umum, etape terakhir di Paris berhasil dimenangi oleh pebalap Belanda, Mathieu van der Poel dari tim Alpecin-Premier Tech. Van der Poel memenangi duel adu cepat yang sengit di atas lintasan berbatu, mengungguli rekan setimnya, Jasper Philipsen. Di klasemen akhir keseluruhan, pebalap Belgia Remco Evenepoel harus puas menempati posisi kedua dengan selisih waktu 6 menit 26 detik di belakang Pogacar. Posisi ketiga ditempati oleh rekan setim Pogacar dari Meksiko, Isaac del Toro, yang juga sukses membawa pulang white jersey sebagai pebalap muda terbaik.

Also Read

Ujian Perdana Timnas Indonesia Menghadapi Kamboja di Piala AFF 2026

Persaingan kategori khusus lainnya juga menyajikan catatan menarik. Pebalap Ekuador, Richard Carapaz, berhasil mengamankan polka dot jersey sebagai Raja Tanjakan setelah penampilannya yang dramatis di etape ke-20. Sementara itu, kategori poin atau green jersey berhasil direbut oleh pebalap Denmark, Mads Pedersen. Di sisi lain, penyelenggaraan ajang tahun ini juga diwarnai dengan pengawasan ketat dari Badan Pengujian Internasional (ITA) yang menerapkan program paspor biologis atlet untuk mendeteksi doping, meskipun sempat mendapat kritik dari Asosiasi Pesepeda Profesional (CPA) terkait waktu pelaksanaan tes yang dinilai mengganggu waktu istirahat para atlet.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca