Kondisi pesisir pantai di Dusun Sompek, Desa Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, kian hari kian mengkhawatirkan akibat ancaman abrasi yang terus mengikis daratan. Menghadapi tantangan ekologis ini, masyarakat lokal tidak lagi berjuang sendirian. Melalui inisiatif pemulihan lingkungan, sebanyak 24.000 bibit mangrove ditanam di kawasan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia. Langkah nyata ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk membangun benteng hijau alami demi menyelamatkan masa depan pesisir utara Jawa Barat.
Bagi warga Dusun Sompek, ancaman laut yang semakin mendekat bukanlah isapan jempol belaka. Atam, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Cemara Laut, menceritakan bagaimana hantaman ombak kini terasa jauh lebih besar dan dekat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran hutan bakau menjadi pertahanan krusial untuk menahan laju abrasi, meredam gelombang pasang, serta menjaga kelangsungan hidup biota laut yang menjadi tumpuan nafkah nelayan setempat. Kolaborasi ini memberikan harapan baru sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga untuk aktif merawat tanaman pesisir tersebut.
Eskalasi Geopolitik Global Bayangi Pergerakan Harga Emas Pekan Depan

Aksi penyelamatan lingkungan di Karawang ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih luas bertajuk "BRI Menanam - Grow & Green". Program tanggung jawab sosial dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tersebut sejauh ini telah menanam total 99.500 pohon mangrove dan cemara laut di berbagai wilayah kritis, termasuk Muara Gembong, Tuban, Rote Ndao, hingga Tanjung Pakis. Selain memulihkan ekosistem yang rusak, penanaman ini diperkirakan mampu menyerap emisi karbon hingga mencapai 55,84 ton, sebuah kontribusi penting dalam mendukung target penurunan emisi nasional.
Komitmen pelestarian ini dirancang agar tidak berhenti pada seremonial penanaman semata. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa keberhasilan program ini didukung oleh sistem pemantauan dan pengawasan berkala yang melibatkan organisasi non-profit serta masyarakat lokal. Pendekatan ini memastikan bahwa bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan dampak jangka panjang. Penyelamatan ekosistem pesisir ini juga diselaraskan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Komponen Pesawat dan LPG untuk Stimulus Industri

Di samping manfaat ekologis, pemulihan hutan mangrove ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Dengan pulihnya habitat pesisir, populasi ikan dan biota laut lainnya akan kembali melimpah, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan para nelayan dan petambak lokal. Sinergi antara korporasi dan kelompok tani ini menjadi model kolaborasi yang tidak hanya melindungi daratan dari abrasi, tetapi juga mewariskan lingkungan yang lebih sehat dan mandiri bagi generasi penerus di masa mendatang.






