Bagaimana dana tabungan yang Anda simpan di bank daerah berkontribusi langsung terhadap perputaran ekonomi di sekitar Anda? Jawabannya terletak pada pengelolaan dana ritel yang dikumpulkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui produk tabungan bersama mereka, Simpeda.
Hingga Juni 2026, akumulasi tabungan Simpeda yang berhasil dihimpun oleh 27 BPD di seluruh Indonesia telah mencapai Rp74,86 triliun. Angka penghimpunan dana yang sangat besar ini menjadi bukti nyata bagaimana dana masyarakat dapat dikonsolidasikan untuk menggerakkan perekonomian daerah.
Penopang Pembiayaan UMKM dan Usaha Daerah
Dana masyarakat yang terkumpul dalam tabungan Simpeda tidak didiamkan begitu saja di dalam kas bank. Dana ritel ini menjadi salah satu sumber pendanaan utama bagi BPD untuk menjalankan fungsi intermediasi secara sehat. Melalui skema ini, BPD menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai sektor dunia usaha di daerah.
Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo, menekankan bahwa besarnya saldo Simpeda ini memiliki makna yang mendalam bagi industri perbankan daerah. Jumlah dana yang terhimpun mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kredibilitas BPD di wilayah mereka masing-masing. Di samping itu, dana tersebut memainkan peran krusial dalam menyokong berbagai aktivitas ekonomi lokal.
BPS Tegaskan Desil Bukan Patokan Tunggal Kemiskinan Keluarga

"Tabungan Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat," ungkap Agus H. Widodo melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Ahad, 23 Agustus 2026.
Sebagai produk bersama yang dimiliki oleh 27 BPD di seluruh penjuru Indonesia, Simpeda memiliki keunggulan strategis. Sinergi antar-BPD ini memperkuat posisi tawar produk di pasar perbankan nasional sekaligus mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku usaha di daerah.
Mendorong Digitalisasi Layanan Simpeda
Menghadapi perkembangan teknologi keuangan yang pesat, Asbanda terus mendorong BPD untuk melakukan inovasi pada produk Simpeda. Salah satu fokus utama saat ini adalah memperkuat pengalaman digital (digital experience) bagi para nasabah.
Integrasi Keuangan Tradisional dan Kripto Meningkat, Regulasi Jadi Fondasi Utama

Asbanda mendorong BPD untuk memperluas pemanfaatan tabungan Simpeda agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan uang, tetapi juga menjadi solusi transaksi harian yang praktis. Beberapa langkah perluasan layanan finansial yang didorong meliputi:
- Kemudahan transaksi pembayaran dan transfer dana.
- Integrasi untuk belanja dan transaksi di berbagai merchant.
- Penyediaan berbagai layanan finansial modern lainnya secara digital.
Melalui langkah modernisasi ini, tabungan Simpeda diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.






