Pemerintah Kota Bandung kini tengah menerapkan konsep pengelolaan sampah terdesentralisasi melalui Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPOS) Gedebage. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mengatasi permasalahan sampah di Kota Kembang, di mana sampah Bandung bakal disulap jadi bahan bakar alternatif melalui pemanfaatan teknologi modern.
Masalah pengelolaan sampah di Kota Bandung tergolong krusial. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa Bandung merupakan satu-satunya ibu kota provinsi di Indonesia yang tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sendiri. Selama ini, kota tersebut sangat bergantung pada TPA yang dikelola oleh pemerintah provinsi, seperti TPA Sarimukti dan TPA Legok Nangka yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
Solusi Desentralisasi di TPOS Gedebage
Untuk mengurangi ketergantungan yang tinggi terhadap TPA regional tersebut, Pemerintah Kota Bandung menginisiasi pembangunan fasilitas di kawasan Gedebage. TPOS Gedebage dirancang dengan konsep desentralisasi agar pengolahan sampah dapat diselesaikan lebih dekat dari sumbernya.
LPSK, Ada Potensi Ancaman terhadap Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Fasilitas pengolahan sampah ini direncanakan memiliki kapasitas operasional yang cukup besar, yakni mampu menampung dan mengolah hingga 300 ton sampah per hari. Melalui kapasitas tersebut, volume sampah yang harus dibuang ke luar kota diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Mengubah Sampah Menjadi Solid Recovered Fuel
Teknologi yang diimplementasikan di TPOS Gedebage difokuskan untuk mengonversi sampah menjadi bahan bakar padat yang dikenal sebagai Solid Recovered Fuel (SRF). Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa, menjelaskan bahwa material SRF hasil olahan sampah ini memiliki nilai kalor yang tinggi. Karakteristik tersebut membuat SRF layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan refinery (kilang), pabrik, hingga mesin boiler industri.
Guna mengantisipasi dampak lingkungan bagi warga sekitar, teknologi yang dipilih dalam proyek ini dipastikan menggunakan sistem tertutup (contained dan captured). Sistem ini dirancang untuk menangkap emisi dan bau, sehingga operasional pengolahan sampah tidak menimbulkan gangguan bau di lingkungan sekitarnya.
Kilas Balik Skandal Bre-X, Penipuan Gunung Emas Busang di Kalimantan Timur

Kolaborasi Lintas Sektor dan Target Operasional
Pembangunan TPOS Gedebage berjalan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sinergi ini diharapkan mampu memperlancar kebutuhan teknologi dan investasi proyek.
Pemerintah Kota Bandung saat ini menargetkan percepatan pembangunan dan persiapan fasilitas agar TPOS Gedebage dapat mulai beroperasi secara resmi pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027.






