Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung penanganan pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan langkah tanggap darurat berjalan efektif.
Presiden Prabowo tiba di Nagekeo pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 12.55 WITA dengan menggunakan helikopter kepresidenan. Setibanya di lokasi, Kepala Negara langsung menuju posko untuk memimpin rapat koordinasi penanganan dampak bencana.
Menko Muhaimin Dorong BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi dengan Asuransi Swasta untuk Lindungi PMI

Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan di Yonif TP 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo. Pertemuan ini dibuka dengan pemaparan situasi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan jajarannya akan mempercepat layanan administrasi kependudukan (Adminduk) serta menerbitkan dokumen yang hilang secara gratis bagi warga terdampak. Pemerintah juga berkomitmen mengoptimalkan penyaluran Bantuan Presiden untuk membantu pemulihan warga.
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Ruteng di Manggarai NTT

Sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan air bersih bagi para pengungsi, Presiden Prabowo meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mengembangkan dan mengirimkan teknologi desalinasi air ke wilayah terdampak.






