Pengamat ekonomi politik Frits Oscar Fanggidae mendorong adanya kolaborasi yang erat antara pihak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Langkah kerja sama ini dinilai sangat penting untuk membantu warga yang terdampak bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan pascagempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut penilaian Frits, pemerintah memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan bahwa seluruh masyarakat yang terdampak gempa mendapatkan penanganan serta perawatan yang layak pascabencana. Namun, upaya pemulihan tersebut akan berjalan jauh lebih efektif jika didukung oleh kolaborasi aktif dengan berbagai pihak di lapangan.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah turun langsung ke Provinsi NTT untuk melihat secara dekat bagaimana proses penanganan dan pemulihan pascagempa dilakukan. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung kondisi tempat pengungsian warga serta memeriksa sejumlah fasilitas publik yang mengalami kerusakan akibat gempa di wilayah Sikka.
Obat Aborsi Bikin Wanita di Sulbar Tewas Dibeli Online, Penjual Kini Ditangkap

Pendampingan Psikososial dan Keterlibatan Mahasiswa
Dalam aktivitas pemulihan di Sikka tersebut, Gibran Rakabuming berkolaborasi dengan para mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). Kehadiran mahasiswa ini bertujuan untuk memberikan bantuan berupa pendampingan psikososial serta metode pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak yang terdampak oleh bencana gempa bumi.
Keterlibatan aktif dari para mahasiswa beserta berbagai elemen masyarakat lainnya dalam proses penanganan pascagempa ini dinilai sebagai langkah yang sangat positif oleh Frits. Menurutnya, partisipasi dari berbagai elemen masyarakat membantu melengkapi upaya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah.
Penerima Perhutanan Sosial Diminta Jaga Kawasan Kelola dari Karhutla

Percepatan Pemulihan Infrastruktur Vital
Lebih lanjut, Frits menyatakan bahwa pemerintah saat ini harus berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Pada saat yang bersamaan, langkah untuk mempercepat pemulihan kerusakan fisik akibat gempa juga harus segera dimulai, mulai dari perbaikan rumah tinggal warga hingga pemulihan fasilitas publik.
Frits menekankan bahwa keberhasilan pemulihan pascagempa di NTT sangat bergantung pada percepatan perbaikan kerusakan sarana publik. Secara khusus, ia meminta agar infrastruktur vital seperti pelabuhan, jembatan, dan jalan segera diperbaiki secepatnya agar mobilitas dan penanganan dampak gempa dapat berjalan optimal.






