apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Polres Metro Jakarta Barat Ungkap Peran 11 Tersangka Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah

Parlin SinagaDiterbitkan 25 Agu 2026 - 10.49 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polres Metro Jakarta Barat Ungkap Peran 11 Tersangka Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Polres Metro Jakarta Barat menangkap 11 tersangka yang tergabung dalam sindikat pemalsuan uang jaringan lintas daerah. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menjelaskan bahwa para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dan terbagi dalam tiga klaster.

Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat pada Senin, 24 Agustus 2026.

Pembagian Peran Tersangka

Sebanyak 11 tersangka yang ditangkap dibagi menjadi tiga klaster sebagai berikut:

Baca Juga

Imigrasi Depok Ungkap Dugaan TPPO Modus Pengantin Pesanan ke Tiongkok

Imigrasi Depok Ungkap Dugaan TPPO Modus Pengantin Pesanan ke Tiongkok
  • Klaster Pertama (Pemodal dan Pencetak): Terdiri dari S, MK, R, N, dan W. Tersangka S berperan sebagai donatur atau pendana yang menyiapkan segala hal operasional untuk sindikat ini.
  • Klaster Kedua (Penyimpan dan Pengedar): Terdiri dari SP, GM, AH, dan HW yang bertugas menyimpan dan mengedarkan uang palsu.
  • Klaster Ketiga (Turut Serta): Terdiri dari K dan ARP yang dijerat dengan Pasal 55 KUHP.

Para tersangka ditangkap di beberapa wilayah berbeda, meliputi Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Cilacap. Selain itu, Polres Metro Jakarta Barat juga menetapkan empat orang lainnya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu EA, R, W, dan F.

Penemuan Lokasi Pencetakan Uang

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya peredaran uang palsu di Stasiun Jakarta Kota. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat melakukan penyelidikan hingga menemukan lokasi pencetakan uang palsu di Desa Cipedes, Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat, dan menyita sebuah mesin cetak.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan membongkar tempat kejadian perkara (TKP) kedua di Desa Walahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Di lokasi kedua ini, polisi kembali menyita satu unit mesin. Mesin di Tasikmalaya digunakan untuk mencetak uang palsu, sedangkan mesin di Wangon, Banyumas, disiapkan untuk proses produksi berikutnya.

Baca Juga

Tiga Orang Utan Dievakuasi dari Kebun Warga di Ketapang akibat Karhutla

Tiga Orang Utan Dievakuasi dari Kebun Warga di Ketapang akibat Karhutla

Jumlah Barang Bukti dan Penjualan

Dalam kasus ini, pihak kepolisian menyita barang bukti sebanyak 15.610 lembar uang palsu pecahan Rp100.000, dengan nilai total mencapai sekitar Rp1,56 miliar.

Menurut keterangan dari Kompol Bobby Zulfikar, sindikat ini telah menjalankan praktik pemalsuan uang sebanyak dua kali. Pada produksi pertama, mereka mencetak sekitar 12.000 lembar uang palsu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.000 lembar dinyatakan cacat, sedangkan 8.000 lembar lainnya dinilai mirip dengan uang asli oleh para tersangka dan dijual seharga Rp235 juta.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kriminalitas

Berita Terbaru Lainnya

PT DSI Targetkan Peluncuran Platform Ekspor SDA pada 1 September 2026KAI Properti Selesaikan Peningkatan Fasilitas di Stasiun CikampekPemerintah Dorong Tata Kelola Tambang Rakyat untuk Genjot Produksi EmasStudi Ungkap Kesenjangan Harapan Hidup dan Harapan Hidup Sehat di DuniaNiat Sholat Subuh sebagai Makmum, Imam, dan SendiriImigrasi Depok Ungkap Dugaan TPPO Modus Pengantin Pesanan ke TiongkokSiswa Tetap Belajar di Tengah Kabut Asap Jambi, Sekolah Imbau Pakai MaskerTiga Orang Utan Dievakuasi dari Kebun Warga di Ketapang akibat Karhutla

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap