Bisnis energi milik taipan asal Indonesia, Prajogo Pangestu, resmi memulai langkah ekspansi baru dengan memasuki sektor bahan bakar penerbangan di Singapura. Target utama dari ekspansi bisnis ini adalah Bandara Changi, yang dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia. Langkah strategis ini direalisasikan melalui Aster, sebuah perusahaan patungan (joint venture) yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu melalui entitas usahanya, Chandra Asri Pacific.
Aster dikabarkan telah menyepakati perjanjian untuk mengakuisisi kepemilikan saham di Changi Airport Fuel Hydrant Installation (CAFHI). Keputusan untuk mengakuisisi saham CAFHI ini menjadi pintu masuk resmi bagi Aster ke dalam pasar bahan bakar penerbangan internasional. Selain itu, aksi korporasi ini juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperdalam dan memperkuat portofolio investasi mereka di Singapura.
Menyuplai Maskapai Internasional di Changi
Dengan terjalinnya kesepakatan akuisisi ini, Aster akan bergabung dengan barisan perusahaan energi besar lainnya yang telah beroperasi di sektor penyediaan bahan bakar pesawat. Melalui kerja sama ini, Aster memiliki kesempatan untuk secara langsung menyuplai bahan bakar penerbangan kepada berbagai maskapai internasional yang melayani rute penerbangan dari dan ke Bandara Changi.
Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

Kehadiran Aster di Bandara Changi menandai tonggak sejarah baru bagi bisnis energi yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, khususnya dalam memperluas jangkauan layanan ke luar Indonesia dan bersaing di pasar aviasi global yang kompetitif.
Menunggu Persetujuan Regulator
Menanggapi aksi korporasi tersebut, Andre Khor selaku Deputy CEO Aster yang berbasis di Singapura memberikan pernyataannya. Andre Khor menegaskan bahwa akuisisi saham CAFHI ini merupakan sebuah langkah yang sangat penting dalam strategi ekspansi jangka panjang Aster untuk merambah sektor bahan bakar penerbangan.
Pernyataan Bos The Fed Kevin Warsh Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga AS

Kendati kesepakatan awal telah dicapai oleh pihak-pihak terkait, nilai transaksi untuk akuisisi saham di Changi Airport Fuel Hydrant Installation ini masih belum diungkapkan secara resmi kepada publik. Selain itu, pelaksanaan dan penyelesaian akhir dari transaksi ini masih harus melewati beberapa tahapan penting, termasuk di antaranya adalah kewajiban untuk mendapatkan persetujuan dari pihak regulator setempat serta pemenuhan sejumlah persyaratan lain yang telah ditentukan dalam perjanjian.






