PT Pertamina (Persero) mencatatkan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 71,14 persen sepanjang tahun 2025. Realisasi tersebut diperoleh berdasarkan hasil verifikasi TKDN terhadap pekerjaan maupun kontrak yang dilaksanakan di tingkat holding dan seluruh subholding Pertamina selama periode tersebut.
Pencapaian ini menjadi salah satu indikator penting dalam upaya penguatan ekosistem industri nasional melalui pelibatan rantai pasok lokal dalam proyek-proyek strategis energi di Indonesia.
Tren Belanja Produk Domestik yang Terus Meningkat
Catatan TKDN pada tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, pada tahun 2023, nilai penggunaan produk lokal di seluruh lini usaha BUMN energi ini tercatat sebesar Rp374 triliun. Angka tersebut kemudian naik menjadi Rp415,4 triliun pada tahun 2024.
Memasuki tahun 2025, realisasi belanja Produk Dalam Negeri (PDN) Pertamina melonjak hingga mencapai sekitar Rp531,5 triliun. Dari total belanja domestik tersebut, sekitar Rp309,6 triliun dialokasikan khusus untuk pengadaan infrastruktur, operasional, serta pemeliharaan di lingkungan perusahaan.
Bos Volkswagen Sebut Kondisi Perusahaan Lebih dari Kritis, Berpotensi Tutup Pabrik

Selain belanja operasional skala besar, Pertamina juga memperluas akses bagi pelaku usaha kecil. Perusahaan merealisasikan pengadaan barang dan jasa kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui platform digital dengan nilai transaksi mencapai Rp14,2 triliun. Langkah ini mempertegas peran BUMN tersebut dalam mendorong digitalisasi dan penyerapan produk lokal dari sektor usaha kecil.
Apresiasi Pemerintah dalam P3DN Summit 2026
Langkah Pertamina dalam memaksimalkan komponen dalam negeri ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan apresiasinya atas capaian TKDN Pertamina tersebut dalam acara P3DN Summit 2026 Lintas Kementerian yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu, 22 Juli.
Apresiasi ini diberikan seiring dengan upaya pemerintah yang terus mendorong kementerian, lembaga, serta BUMN untuk memprioritaskan belanja produk dalam negeri guna memperkuat struktur industri nasional.
PLN Resmikan GEET Pulau Rengit untuk Dorong Ekonomi Berbasis Energi Hijau

Sudut Pandang Parlemen dan Pengamat Ekonomi
Realisasi TKDN yang menembus angka 71,14 persen ini memicu tanggapan dari berbagai kalangan, baik dari parlemen maupun akademisi. Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, menilai capaian ini sebagai langkah yang seimbang antara pemenuhan regulasi lokal dan kinerja operasional perusahaan.
"TKDN 71, 14 % cukup signifikan dengan tetap terjaganya produktivitas dan efisiensi," ujar Ramson Siagian.
Selain dari pihak parlemen, pemantauan terhadap realisasi belanja domestik Pertamina ini juga melibatkan perhatian dari kalangan akademisi, salah satunya Toto Pranoto yang merupakan pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Di sisi lain, koordinasi informasi mengenai perkembangan capaian ini terus dikawal oleh pihak internal perusahaan, di bawah koordinasi Muhammad Baron selaku Vice President Corporate Communication Pertamina.






