Badan Informasi Geospasial mencatat bahwa wilayah Indonesia didominasi oleh perairan, dengan porsi area laut mencapai lebih dari 70 persen dari total wilayah negara. Sebagai negara kepulauan yang sangat luas, Indonesia membentang dengan gugusan daratan yang terpisah oleh perairan luas. Berdasarkan data resmi tersebut, terdapat sebanyak 17.380 pulau yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Karakteristik geografis yang unik ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, dengan potensi sumber daya laut yang secara teoretis sangat melimpah.
Kondisi geografis tersebut membentuk bentangan selat di antara pulau-pulau dengan garis pantai sepanjang 99.093 kilometer. Dengan bentangan tersebut, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia setelah Kanada. Wilayah laut dan garis pantai yang membentang luas ini menyimpan potensi sumber daya energi baru terbarukan (EBT) kelautan yang melimpah. Indonesia tercatat memiliki empat jenis energi laut, yaitu energi arus laut, energi gelombang laut, energi pasang surut, dan energi panas laut atau Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Gerakan air laut dan perbedaan suhu lapisan laut ini juga telah diakomodasi sebagai salah satu jenis sumber EBT dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2007 tentang Energi.
KPK Geledah Rumah Kabid PUPR Kota Bengkulu dan Sita Dokumen

Salah satu jenis energi laut yang memiliki potensi besar adalah energi gelombang laut. Berdasarkan data dari Sucofindo pada 24 Juni 2026, gelombang laut memiliki densitas energi dan daya yang besar, bahkan mencapai empat kali lebih tinggi dibandingkan energi angin. Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan juga tergolong rendah, yakni hanya 6g CO2/kWh dibandingkan dengan pembangkit listrik non-terbarukan yang menghasilkan 250g CO2/kWh. Berdasarkan laporan penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration selama 21 tahun terakhir, wilayah laut Indonesia memiliki gelombang dengan tinggi rata-rata 2 meter dan periode gelombang 12 detik. Wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara memiliki area potensial seperti Yogyakarta, Cilacap, Bali, dan Jember dengan potensi energi gelombang mencapai lebih dari 40 kW/m, serta area dengan skala menengah mulai dari 20 kW/m di Lombok, Sumba, Trenggalek, hingga Cianjur. Secara keseluruhan, potensi energi gelombang laut Indonesia diperkirakan dapat mencapai 1,49 TW.
Pemanfaatan energi alternatif ini dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang kian menipis sekaligus membantu masyarakat pesisir di pulau terpencil yang belum terjangkau aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Catatan dari Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir Badan Informasi Geospasial (BGPGP BIG) pada 3 Maret 2021 menunjukkan bahwa berbagai jenis energi laut di Indonesia mampu menghasilkan daya setidaknya 17,9 GW. BGPGP BIG juga merinci estimasi biaya per kWh untuk masing-masing jenis energi, yakni Rp1.268/kWh untuk energi arus laut, Rp1.709/kWh untuk energi gelombang laut, Rp2.048/kWh untuk energi pasang surut, dan Rp4.030/kWh untuk energi dari perbedaan suhu air laut.
Apakah Boleh Ibu Hamil Makan Mie Instan? Ini Aturan yang Perlu Dipahami

Di sisi lain, hasil studi potensi praktis yang dilakukan oleh Badan Geologi bersama Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) menunjukkan angka potensi yang lebih besar, yakni mencapai sekitar 63 GW. Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) sendiri telah mengidentifikasi 17 lokasi potensi energi arus laut, 3 lokasi untuk energi gelombang laut, dan 2 lokasi untuk panas laut. Kendati potensinya melimpah, pengembangan energi laut di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan besar. Beberapa kendala utama meliputi data potensi yang belum lengkap dan belum berada pada tahap aksesibel serta viabel, teknologi pembangkit yang masih dalam tahap riset, biaya investasi yang relatif tinggi, belum adanya regulasi pemanfaatan yang jelas, hingga belum adanya studi interkoneksi sistem kelistrikan PLN untuk menerima pasokan daya yang bersifat intermittent.






