Pembangunan infrastruktur transportasi publik di Jakarta terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satu proyek strategis yang tengah dinantikan masyarakat adalah proyek LRT Jakarta Fase 1B. Berdasarkan data terbaru, progres pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan rute Velodrome menuju Manggarai ini telah mencapai angka 97,99 persen hingga pekan keempat Juli 2026. Dengan capaian pembangunan yang hampir rampung tersebut, proyek transportasi massal ini terus dipersiapkan agar dapat segera digunakan oleh masyarakat umum dalam waktu dekat.
Jalur LRT Jakarta yang menghubungkan Velodrome dengan Manggarai ini ditargetkan untuk mulai beroperasi secara resmi pada bulan Agustus 2026. Lebih spesifik lagi, rencana peresmian untuk operasional LRT Jakarta Fase 1B ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 26 Agustus 2026. Untuk memastikan kelancaran operasional dan keamanan bagi seluruh calon penumpang, pihak pengembang terus melakukan persiapan akhir secara matang sebelum peresmian tersebut dilaksanakan.
Dalam rangka mempersiapkan layanan yang optimal, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pihak pengembang aktif melakukan koordinasi yang erat dengan pihak regulator. Jakpro berkoordinasi secara intensif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna memastikan kesiapan seluruh aspek operasional layanan ini. Menurut penjelasan dari Robert Sarjaka, selaku Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, koordinasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh standar kelaikan dan keselamatan perkeretaapian terpenuhi dengan baik sebelum jalur resmi dibuka untuk publik.
Pimpinan BPK dan MPR Bertemu Bahas Akuntabilitas Keuangan Negara

Proses koordinasi yang dilakukan antara pihak Jakpro dan DJKA Kemenhub ini mencakup berbagai rangkaian pengujian teknis yang sangat komprehensif. Pengujian tersebut meliputi pemeriksaan kesiapan prasarana dan sarana perkeretaapian secara menyeluruh. Beberapa aspek vital yang diuji secara mendalam di antaranya adalah sistem persinyalan, sistem telekomunikasi, pasokan dan jaringan kelistrikan, hingga integrasi sistem secara keseluruhan. Langkah pengujian ini dilakukan demi menjamin bahwa seluruh teknologi dan infrastruktur dapat berfungsi secara aman, sinkron, dan tanpa kendala saat melayani penumpang.
Apabila LRT Jakarta Fase 1B ini telah resmi beroperasi secara penuh, maka total panjang jalur yang dilayani oleh LRT Jakarta akan mencapai bentang sepanjang 12,2 kilometer. Jalur sepanjang ini nantinya akan menghubungkan sebanyak 11 stasiun yang tersebar di sepanjang rute perjalanan. Adapun kesebelas stasiun yang akan melayani penumpang tersebut meliputi Stasiun Kelapa Gading, Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, Stasiun Velodrome, Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, Stasiun Proklamasi, dan berakhir di Stasiun Manggarai.
Imigrasi Kembangkan Pagar Digital untuk Awasi Perlintasan di Kawasan Perbatasan

Keberadaan rute baru ini juga diharapkan dapat memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik di wilayah DKI Jakarta. Beberapa stasiun di sepanjang rute ini telah dirancang untuk terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Sebagai contoh, Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Proklamasi nantinya akan terintegrasi langsung dengan layanan bus Transjakarta. Sementara itu, Stasiun Manggarai akan memainkan peran krusial sebagai salah satu simpul integrasi utama yang menghubungkan layanan LRT Jakarta dengan moda transportasi massal lainnya seperti KRL Commuter Line, Kereta Api (KA) Bandara, serta layanan Transjakarta. Dengan adanya konektivitas yang terintegrasi ini, waktu tempuh perjalanan masyarakat dari Kelapa Gading menuju Manggarai ditargetkan hanya akan memakan waktu sekitar 28 menit saja.






