Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) saat ini tengah mengembangkan sebuah konsep baru yang disebut dengan "pagar digital". Konsep "pagar digital" ini dikembangkan secara khusus untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap perlintasan orang maupun barang di kawasan perbatasan Indonesia. Langkah strategis ini diambil oleh pihak Imigrasi karena wilayah perbatasan darat Indonesia sangatlah luas, sehingga pengawasan secara manual atau penjagaan fisik secara langsung oleh petugas di lapangan dinilai sangat sulit dilakukan secara menyeluruh. Melalui penerapan konsep baru yang inovatif ini, seluruh sistem pengawasan di berbagai titik perbatasan diharapkan dapat berjalan dengan jauh lebih optimal, efisien, serta terintegrasi secara baik.
Indonesia sendiri memiliki wilayah perbatasan darat yang berbatasan langsung dengan tiga negara tetangga, yaitu Malaysia, Timor-Leste, dan Papua Nugini. Secara keseluruhan, panjang wilayah perbatasan darat yang dimiliki oleh Indonesia tersebut mencapai sekitar 3.111 kilometer. Mengingat bentangan wilayah perbatasan yang sangat panjang dan memiliki medan geografis yang tidak mudah, pihak Imigrasi pun mulai memanfaatkan bantuan teknologi modern berupa drone. Pemanfaatan teknologi drone ini ditujukan untuk memantau setiap pergerakan orang serta berbagai macam aktivitas lainnya di wilayah-wilayah perbatasan tertentu yang selama ini sulit dijangkau oleh para petugas imigrasi secara langsung.
Untuk mewujudkan program tersebut, pihak Imigrasi menjalin kolaborasi dan bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka mengembangkan teknologi drone buatan dalam negeri. Kerja sama dengan ITB ini diharapkan mampu menghasilkan teknologi drone yang andal dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Teknologi drone yang sedang dikembangkan ini dirancang agar dapat menggunakan tenaga surya sebagai sumber energinya. Dengan memanfaatkan tenaga surya tersebut, drone ini akan memiliki kemampuan untuk beroperasi dalam jangka waktu yang lebih panjang, sehingga proses pemantauan di perbatasan dapat dilakukan secara berkala dan berkelanjutan tanpa terkendala masalah daya baterai.
Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama di Ancol Ditangkap

Segala keterangan dan penjelasan mengenai pengembangan konsep "pagar digital" serta teknologi drone ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hendarsam Marantoko saat memberikan keterangan dalam acara press briefing resmi yang diselenggarakan di Kantor Imigrasi pada hari Rabu (12/8). Langkah-langkah modernisasi pengawasan ini diharapkan dapat meminimalkan berbagai pelanggaran perlintasan ilegal di wilayah perbatasan Indonesia yang sangat luas tersebut.
Selain berfokus pada penguatan pengawasan fisik di kawasan perbatasan darat, pihak Imigrasi juga terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada warga negara. Salah satu pencapaian penting yang berhasil dicatatkan adalah pencegahan terhadap potensi tindak kriminal perdagangan manusia. Sepanjang tahun 2026, pihak Imigrasi tercatat telah berhasil menggagalkan sebanyak 8.287 keberangkatan warga negara Indonesia (WNI) yang dinilai berisiko tinggi untuk menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Upaya pencegahan keberangkatan ini dilakukan secara ketat demi keselamatan para WNI tersebut.
Cegah Aksi Joget Terulang, Panitia Sidang Tahunan MPR 2026 Evaluasi Pemutaran Lagu

Di samping perkembangan yang terjadi di lingkungan keimigrasian, terdapat pula informasi dari sektor pengawasan pasar keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan harapannya terkait penilaian pasar keuangan Indonesia di mata dunia internasional. OJK berharap agar MSCI dapat secara adil menilai tingkat transparansi yang ada di dalam pasar Indonesia. Penilaian yang adil dari MSCI ini dianggap penting untuk mencerminkan kondisi keterbukaan dan transparansi pasar Indonesia yang sebenarnya.






