Link download PDF sambutan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Hari Pramuka 2026 kini telah tersedia dan dapat diakses oleh seluruh anggota Pramuka di berbagai wilayah Indonesia. Akses terhadap dokumen penting ini dibuka secara luas dalam rangka persiapan pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Pramuka ke-65 yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Keberadaan dokumen sambutan tertulis ini sangat penting bagi para petugas dan pembina upacara untuk memastikan jalannya upacara bendera dapat berlangsung dengan khidmat.
Upacara bendera Hari Pramuka 2026 ini dirancang untuk diikuti oleh berbagai elemen keanggotaan Pramuka, khususnya dari golongan pramuka penegak, pramuka pandega, serta pramuka dewasa. Penyelenggaraan kegiatan Hari Pramuka ini juga tidak terbatas pada satu wilayah saja. Berbagai aktivitas dan upacara peringatan dilaksanakan secara serentak dan berjenjang di seluruh tingkatan organisasi. Mulai dari tingkat nasional, tingkat daerah, tingkat cabang, tingkat ranting, hingga ke unit terkecil yaitu gugus depan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Penjelasan BKN Terkait Kabar 2.722 ASN Mengundurkan Diri

Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang jatuh pada tahun 2026 ini memiliki keistimewaan tersendiri karena diselenggarakan bersamaan dengan momentum Jambore Nasional ke XII. Tema utama yang diusung untuk Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke XII Tahun 2026 adalah "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan". Melalui tema strategis ini, seluruh anggota Pramuka didorong untuk terus mengasah keterampilan dan kemandirian mereka agar dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional, terutama dalam menyukseskan program swasembada pangan. Selain itu, seluruh rangkaian kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah yang efektif untuk menyiapkan generasi muda Indonesia dalam menyambut visi besar Indonesia Emas 2045.
Dalam naskah pidato resmi tersebut, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyampaikan pesan-pesan penting kepada seluruh jajaran anggota Pramuka. Ketua Kwarnas mengingatkan seluruh anggota Pramuka mengenai betapa krusialnya nilai-nilai yang terkandung di dalam Tri Satya dan Dasa Darma. Nilai-nilai luhur tersebut harus senantiasa diingat, dipahami, dan diamalkan karena merupakan pedoman hidup utama bagi setiap anggota Pramuka. Dengan menjadikan Tri Satya dan Dasa Darma sebagai landasan moral, anggota Pramuka diharapkan dapat menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat serta menjaga kehormatan organisasi Gerakan Pramuka.
Jembatan ke-2.500 TNI AD Selesai Dibangun Korem 051/Wijayakarta

Peringatan Hari Pramuka pada tanggal 14 Agustus juga menjadi sarana refleksi untuk mengingat kembali sejarah panjang berdirinya organisasi ini di tanah air. Sejarah mencatat bahwa gagasan awal pembentukan Gerakan Pramuka bermula dari pemikiran Presiden Soekarno. Beliau memiliki keinginan kuat untuk menyatukan seluruh organisasi kepanduan yang saat itu masih terpecah-pecah di Indonesia menjadi satu wadah tunggal. Menindaklanjuti gagasan tersebut, berbagai laskar dan organisasi kepanduan dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul bersama di Gelora Senayan Jakarta pada tanggal 30 Juli 1961. Dalam pertemuan bersejarah itu, mereka berikrar untuk meleburkan diri ke dalam satu organisasi yang diberi nama Gerakan Pramuka. Tidak lama setelah peristiwa bersejarah tersebut, Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 melalui penerbitan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961, yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pramuka.






