apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Keseimbangan Pasokan Komoditas Pertambangan Perlu Diatur, Pemerintah Soroti Fokus Industri

Parlin SinagaDiterbitkan 13 Agu 2026 - 22.47 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Keseimbangan Pasokan Komoditas Pertambangan Perlu Diatur, Pemerintah Soroti Fokus Industri
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya pengaturan keseimbangan antara pasokan (supply) dan permintaan (demand) untuk komoditas pertambangan di tanah air. Hal ini disampaikan oleh Elen Setiadi, yang menjabat sebagai Deputi Bidang Energi Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menurut penilaian Elen Setiadi, arah kebijakan Indonesia saat ini dinilai masih cenderung hanya berfokus pada pengembangan sektor industri semata. Pandangan tersebut ia kemukakan saat berbicara dalam acara diskusi MINDialogue 2026 yang berlangsung pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.

Acara MINDialogue 2026 yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan tersebut mengusung tema yang sangat strategis, yaitu "Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI". Tema ini menjadi landasan penting bagi Elen Setiadi untuk menyoroti bagaimana pengelolaan cadangan mineral dan komoditas tambang harus dilakukan secara seimbang. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa fokus yang hanya tertuju pada pembangunan industri tanpa diimbangi oleh pengelolaan pasokan dan permintaan komoditas pertambangan dapat memicu ketidakseimbangan di pasar domestik maupun global.

Lebih lanjut, Elen Setiadi menjelaskan bahwa perkembangan industri pertambangan yang sedang berjalan dengan pesat saat ini tetap membutuhkan kehadiran off-taker yang kuat. Peran off-taker ini sangat krusial karena mereka bertindak sebagai pihak pembeli siaga atau pembeli tetap. Off-taker memiliki komitmen yang jelas untuk menampung, menyerap, atau membeli seluruh hasil produksi yang dihasilkan oleh para produsen pertambangan. Tanpa adanya jaminan penyerapan hasil produksi dari pembeli siaga ini, keberlangsungan industri pertambangan dan investasi yang telah ditanamkan di dalamnya bisa menghadapi tantangan yang cukup besar dalam menjaga stabilitas operasionalnya.

Baca Juga

Penjelasan BKN Terkait Kabar 2.722 ASN Mengundurkan Diri

Penjelasan BKN Terkait Kabar 2.722 ASN Mengundurkan Diri

Dalam konteks mendorong investasi dan menjaga stabilitas tersebut, peran lembaga Danantara menjadi sangat penting. Elen Setiadi menyebutkan bahwa salah satu tugas utama dari Danantara adalah bagaimana mendorong masuknya investasi ke dalam sektor-sektor strategis ini. Terkait hal tersebut, Danantara kini memiliki tanggung jawab untuk merumuskan dan menyelesaikan mekanisme investasi yang tepat agar proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak optimal bagi perekonomian nasional.

Sebagai salah satu contoh konkret dari upaya pemanfaatan cadangan komoditas tambang secara optimal, Elen menunjuk pada potensi cadangan batubara yang melimpah di wilayah Sumatera Selatan. Cadangan batubara di daerah Sumatera Selatan tersebut diperkirakan mencapai jumlah yang sangat besar, yaitu sekitar 1 miliar ton. Guna memanfaatkan cadangan batubara yang melimpah tersebut secara efektif dan efisien, komoditas tersebut diolah lebih lanjut menjadi Dimethyl ether (DME). Produk hasil olahan batubara berupa DME ini diproyeksikan untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif guna menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang selama ini dikonsumsi oleh masyarakat.

Baca Juga

Prabowo Soroti Impor BBM RI yang Mencapai Rp534 Triliun per Tahun

Prabowo Soroti Impor BBM RI yang Mencapai Rp534 Triliun per Tahun

Proses untuk mendorong program pengembangan Dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG ini dilaporkan telah selesai dilakukan. Langkah selanjutnya yang kini harus diselesaikan adalah berada di tangan Danantara. Lembaga Danantara saat ini hanya tinggal merampungkan dan memfinalisasi bagaimana mekanisme investasi yang akan diterapkan untuk program DME tersebut. Dengan diselesaikannya mekanisme investasi oleh Danantara, diharapkan pemanfaatan cadangan batubara Sumatera Selatan sebesar 1 miliar ton tersebut dapat segera direalisasikan demi mendukung stabilitas energi dan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DanantaraKementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Berita Terbaru Lainnya

Penjelasan BKN Terkait Kabar 2.722 ASN Mengundurkan DiriPolsek Tabang Sita Ratusan Botol Miras Ilegal dalam Razia Gabungan di Kutai KartanegaraJembatan ke-2.500 TNI AD Selesai Dibangun Korem 051/WijayakartaPrabowo Soroti Impor BBM RI yang Mencapai Rp534 Triliun per TahunHarga Hotel di Eropa Melonjak hingga Rp 17,9 Juta per Malam akibat Gerhana MatahariSatelit Pemantul Cahaya Matahari ke Bumi Picu Kekhawatiran AstronomLink Download PDF Pidato Sambutan Ketua Kwarnas Hari Pramuka 2026 untuk Upacara 14 AgustusDugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Berastagi, BGN Perketat Pengawasan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap