apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Megapolitan

Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Masuk Tiga Terburuk di Dunia

Nyaring AranDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.27 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Masuk Tiga Terburuk di Dunia
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Kondisi udara di DKI Jakarta kembali menunjukkan tingkat polusi yang mengkhawatirkan pada akhir pekan ini. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara pada Sabtu (1/8) pagi, tingkat kebersihan udara di wilayah Ibu Kota masuk dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menempatkan Jakarta di peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada hari tersebut.

Berdasarkan catatan dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 163. Polutan utama yang mendominasi udara Jakarta pada waktu tersebut adalah PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 79,2 mikrogram per meter kubik. Tingginya angka konsentrasi partikel halus ini menunjukkan tingkat pencemaran yang signifikan bagi wilayah perkotaan.

Kualitas udara pada tingkat indeks tersebut dikategorikan tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif. Paparan udara dengan konsentrasi polutan setinggi ini berpotensi mengganggu kesehatan manusia, khususnya sistem pernapasan. Selain berdampak pada manusia, kondisi udara yang buruk ini juga berisiko mengganggu kelangsungan hidup hewan yang rentan, merusak tumbuh-tumbuhan, serta menurunkan nilai estetika lingkungan akibat kabut polusi yang menyelimuti kota.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Baca Juga

Ancaman Kekeringan Meluas, Legislator Usul Pengeboran Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca

Ancaman Kekeringan Meluas, Legislator Usul Pengeboran Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca

Dalam skala global, posisi pertama kota dengan kualitas udara terburuk ditempati oleh Kinshasa, yang merupakan ibu kota Republik Demokratik Kongo, dengan mencatatkan angka AQI sebesar 243. Menyusul di peringkat kedua adalah Kampala, Uganda, dengan indeks kualitas udara mencapai 240. Sementara itu, di bawah Jakarta, terdapat kota Manama di Bahrain yang menempati peringkat keempat dengan AQI 137, dan Dubai di Uni Emirat Arab yang berada di posisi kelima dengan AQI 134.

Untuk meminimalkan dampak buruk dari paparan polusi udara ini, IQAir merekomendasikan agar masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan. Bagi warga yang terpaksa harus melakukan kegiatan di luar rumah, sangat dianjurkan untuk mengenakan masker pelindung. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menutup jendela bangunan rapat-rapat guna mencegah masuknya udara kotor ke dalam area tempat tinggal atau ruang kerja.

Baca Juga

Puluhan Ribu Migran Terobos Perbatasan Ceuta Spanyol, 57 Orang Dilaporkan Tewas

Puluhan Ribu Migran Terobos Perbatasan Ceuta Spanyol, 57 Orang Dilaporkan Tewas

Penurunan kualitas udara ini tidak hanya membayangi Jakarta, melainkan juga wilayah-wilayah di sekitarnya. Risiko penurunan kualitas udara di kawasan Jabodetabek secara umum kembali meningkat seiring dengan masuknya musim kemarau. Kawasan Tangerang Raya, khususnya Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, saat ini bahkan masuk dalam jajaran teratas wilayah dengan tingkat polusi udara tertinggi di Indonesia. Sementara itu, di daerah lain, dampak polusi udara dari sektor industri juga memicu tindakan medis, seperti yang dialami oleh warga yang tinggal di sekitar kawasan industri pengolahan kapur di Kabupaten Bandung Barat yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang menghadapi penurunan kualitas udara ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini tengah menyiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS). Sistem ini dikembangkan untuk memprediksi tingkat polusi udara secara lebih akurat di masa mendatang. Keberadaan EWS ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar dalam memitigasi dampak kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta para penderita penyakit pernapasan seperti asma.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BMKGKualitas UdaraPolusi JakartaIQAirJabodetabek

Berita Terbaru Lainnya

Ajax Amsterdam Resmi Rekrut Julian Brandt dari Borussia DortmundPiala AFF 2026, Shayne Pattynama Cetak Gol, Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0Pemkot Malang Perkuat Program 3 Juta Rumah demi Ekosistem Permukiman BerkelanjutanGubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa KuliahIstana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah MalRMIT Dorong Potensi Industri Game Indonesia, Bidik Pasar dengan 153 Juta PemainPemerintah Tinjau Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao NTTDaihatsu Segarkan Sigra, Terios, dan Gran Max di GIIAS 2026, Sasar Segmen Keluarga hingga Komersial

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap