Kondisi udara di DKI Jakarta kembali menunjukkan tingkat polusi yang mengkhawatirkan pada akhir pekan ini. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara pada Sabtu (1/8) pagi, tingkat kebersihan udara di wilayah Ibu Kota masuk dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menempatkan Jakarta di peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada hari tersebut.
Berdasarkan catatan dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 163. Polutan utama yang mendominasi udara Jakarta pada waktu tersebut adalah PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 79,2 mikrogram per meter kubik. Tingginya angka konsentrasi partikel halus ini menunjukkan tingkat pencemaran yang signifikan bagi wilayah perkotaan.
Kualitas udara pada tingkat indeks tersebut dikategorikan tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif. Paparan udara dengan konsentrasi polutan setinggi ini berpotensi mengganggu kesehatan manusia, khususnya sistem pernapasan. Selain berdampak pada manusia, kondisi udara yang buruk ini juga berisiko mengganggu kelangsungan hidup hewan yang rentan, merusak tumbuh-tumbuhan, serta menurunkan nilai estetika lingkungan akibat kabut polusi yang menyelimuti kota.








