apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Ancaman Kekeringan Meluas, Legislator Usul Pengeboran Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca

Domu TobingDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ancaman Kekeringan Meluas, Legislator Usul Pengeboran Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Ancaman kekeringan kini tengah membayangi berbagai wilayah di Indonesia seiring dengan masuknya puncak musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak musim kemarau pada tahun 2026 ini akan berlangsung pada bulan Agustus hingga September. Mengingat seriusnya situasi ini, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengingatkan pemerintah agar tidak lengah dalam menghadapi dampak kekeringan yang mulai meluas.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Menurut Daniel Johan, kondisi yang dihadapi saat ini sudah bergeser dari tahap pencegahan ke tahap pengendalian dampak. Peringatan ini dinilai sangat krusial mengingat para pakar iklim memprediksi bahwa fenomena El Nino yang terjadi saat ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam kurun waktu 150 tahun terakhir. Oleh karena itu, langkah penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan kerugian di tengah masyarakat.

Tanda-tanda kekeringan ekstrem saat ini sudah mulai dirasakan di berbagai daerah. Di wilayah Kalimantan, misalnya, hujan dilaporkan hampir tidak pernah turun selama kurang lebih dua bulan terakhir. Akibatnya, titik-titik panas atau hotspot serta kabut asap mulai bermunculan dan mengancam kesehatan serta lingkungan. Sementara itu, di wilayah Jawa Barat, alarm keras juga berbunyi setelah data menunjukkan bahwa kekeringan telah melanda setidaknya 93 kecamatan di provinsi tersebut.

Baca Juga

Gubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa Kuliah

Gubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa Kuliah

Guna mengatasi krisis air dan meminimalkan dampak kebakaran hutan, Daniel Johan mengusulkan dua langkah darurat kepada pemerintah. Langkah pertama yang diusulkan adalah melakukan pengeboran sumur darurat demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak. Kendati demikian, ia mengingatkan agar proses pengeboran ini dikendalikan dengan sangat hati-hati agar tidak memicu degradasi air tanah dalam jangka panjang. Langkah kedua adalah segera melakukan rekayasa atau modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan terparah dan memiliki banyak titik api.

Lebih lanjut, Daniel mendorong agar lembaga-lembaga terkait seperti BMKG, Kementerian Pertanian, BNPB, serta pemerintah daerah segera mempercepat langkah mitigasi. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid dan terintegrasi, bukan bekerja secara sektoral sendiri-sendiri, agar penanggulangan bencana kekeringan ini dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Baca Juga

Istana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal

Istana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal

Berdasarkan penjelasan dari Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, curah hujan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi kekeringan tinggi diperkirakan masih akan tetap berada di bawah kondisi normal hingga awal Oktober mendatang. BMKG memetakan wilayah dengan potensi kekeringan tertinggi pada puncak kemarau Agustus-September 2026 meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, serta Sulawesi bagian selatan.

Kerentanan di Pulau Jawa diprediksi akan sangat tinggi karena selain curah hujan yang di bawah normal, wilayah ini memiliki kebutuhan air yang sangat besar akibat kepadatan penduduk dan tingginya aktivitas sektor pertanian. Sementara itu, di Kalimantan bagian selatan dan tengah, minimnya curah hujan berpotensi memicu lonjakan titik panas yang dapat berujung pada kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan akan terus mengalami defisit hujan hingga September. BMKG memproyeksikan awal musim hujan baru akan mulai masuk pada bulan Oktober di sebagian wilayah barat Indonesia, kemudian meluas ke wilayah lainnya pada bulan November.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kekeringanDPR RIEl Ninobencana alamBMKGModifikasi Cuaca

Berita Terbaru Lainnya

Ajax Amsterdam Resmi Rekrut Julian Brandt dari Borussia DortmundPiala AFF 2026, Shayne Pattynama Cetak Gol, Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0Pemkot Malang Perkuat Program 3 Juta Rumah demi Ekosistem Permukiman BerkelanjutanGubernur Bobby Nasution Hadiahi Caroline Nababan Rumah dan Beasiswa KuliahIstana dan Menteri Perdagangan Beri Tanggapan Soal Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah MalRMIT Dorong Potensi Industri Game Indonesia, Bidik Pasar dengan 153 Juta PemainPemerintah Tinjau Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao NTTDaihatsu Segarkan Sigra, Terios, dan Gran Max di GIIAS 2026, Sasar Segmen Keluarga hingga Komersial

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap