Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mencatatkan pencapaian penting dalam sektor perkebunan dengan mengekspor kopi arabika Gunung Tangkuban Parahu ke Arab Saudi. Sebanyak 4 ton biji kopi hijau (green bean) senilai Rp 800 juta resmi dikirimkan ke Timur Tengah. Pengiriman komoditas unggulan ini dilepas secara resmi di Ngamprah pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026.
Prosesi pelepasan ekspor tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail. Dalam agenda pelepasan ini, Wakil Bupati hadir bersama para petani yang tergabung dalam Tonas Kopi dan Kelompok Tani Arjuna. Pengiriman kali ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan ekspor langsung pertama yang dilakukan oleh para petani asal Lembang ke kawasan Timur Tengah.
Inovasi Fermentasi Menggunakan Nanas
Kopi yang diekspor ke Arab Saudi tersebut merupakan produk dari Kopi Poctan Arjuna, yang juga dikenal dengan nama produk Tonas Coffee. Pengiriman biji kopi hijau atau green bean ini diproduksi dengan memanfaatkan inovasi fermentasi menggunakan buah nanas. Nanas yang digunakan dalam proses fermentasi kopi arabika Gunung Tangkuban Parahu ini dibudidayakan langsung oleh para petani di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Potensi Investasi Industri Olahraga Capai Rp8.000 Triliun, Kemenpora dan BKPM Perkuat Sinergi

Hasil dari inovasi pengolahan pascapanen tersebut dikirimkan langsung untuk memenuhi permintaan pasar di Timur Tengah. Pihak yang menjadi pembeli langsung (direct buyer) dari produk Tonas Coffee ini adalah sebuah toko kopi yang beroperasi di kota Riyadh, Arab Saudi.
Peran Petani Milenial dan Dukungan Berbagai Pihak
Keberhasilan menembus pasar internasional ini tidak lepas dari dedikasi Dikdik Ramdaniansyah, Manajer Tonas Kopi yang juga merupakan seorang petani milenial. Dikdik tercatat telah mulai menggeluti sektor pertanian dan fokus pada pengolahan pascapanen kopi sejak tahun 2015. Perjalanan panjang tersebut membuahkan hasil pada tahun 2026, di mana ia berhasil mengeksekusi ekspor langsung pertama ini setelah menyelesaikan seluruh pengurusan dokumen persyaratan secara mandiri.
Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pembentukan BLU Batubara

Dalam acara pelepasan ekspor tersebut, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada berbagai instansi yang telah membantu. Apresiasi tersebut diberikan kepada Bank Indonesia, Bea Cukai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang terus bersinergi memberikan dukungan terhadap proses pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga sukses melakukan ekspor.
Dengan terbukanya jalur ekspor ke Timur Tengah ini, pemerintah daerah optimistis terhadap masa depan komoditas kopi lokal. Asep Ismail menyatakan harapannya agar para petani kopi terus meningkatkan kualitas produk mereka. Ia berharap, setelah berhasil mengirimkan produk ke Arab Saudi, para petani dapat memperluas pasar mereka dengan melakukan ekspor kopi ke Jepang pada tahun depan.






