apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/National

Kemenkes Butuh hingga Rp 200 Miliar untuk Bangun Ulang Dua Rumah Sakit Terdampak Gempa NTT

Togar PanjaitanDiterbitkan 27 Agu 2026 - 19.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemenkes Butuh hingga Rp 200 Miliar untuk Bangun Ulang Dua Rumah Sakit Terdampak Gempa NTT
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan rencana pembangunan kembali fasilitas kesehatan yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa perbaikan dua rumah sakit yang rusak berat akibat gempa tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar.

Informasi tersebut disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8). Dua rumah sakit yang mengalami kerusakan berat itu berlokasi di Manggarai Timur dan Nagekeo. Akibat kerusakan tersebut, kedua rumah sakit kini tidak dapat beroperasi secara normal.

Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, Kemenkes telah mengirimkan rumah sakit lapangan pada Senin (17/8) yang mulai beroperasi pada Selasa (18/8). Dalam waktu satu minggu, rumah sakit lapangan tersebut telah beroperasi penuh untuk melayani rujukan pasien dengan triase merah dan kuning. Kerusakan pada kedua rumah sakit itu sendiri telah teridentifikasi sejak hari kedua setelah bencana.

Baca Juga

Kabut Asap Memburuk, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Kabut Asap Memburuk, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Pemerintah menargetkan pemulihan fasilitas kesehatan berdasarkan tingkat kerusakannya. Fasilitas dengan kerusakan ringan ditargetkan selesai diperbaiki dalam waktu 1 hingga 2 bulan, sementara kerusakan sedang ditargetkan selesai dalam 3 hingga 6 bulan. Adapun fasilitas yang mengalami kerusakan berat dan harus dibangun kembali ditargetkan selesai dalam waktu 6 hingga 12 bulan.

Data mengenai fasilitas kesehatan yang terdampak akan direkonsiliasi bersama pemerintah daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum. Setelah itu, kebutuhan anggaran pembangunan akan diajukan kepada Kementerian Keuangan.

Baca Juga

Asrama Rusak akibat Gempa NTT, Sejumlah Polisi dan Keluarga Turut Mengungsi

Asrama Rusak akibat Gempa NTT, Sejumlah Polisi dan Keluarga Turut Mengungsi

Sebelumnya, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene meminta Kemenkes untuk menyajikan data terkini mengenai rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lain yang terdampak bencana. Komisi IX juga meminta pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan selama masa tanggap darurat yang berlangsung 30 hingga 90 hari ke depan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa di NTT ini telah berdampak pada sekitar 1,9 juta orang. Bencana tersebut mengakibatkan 105 orang meninggal dunia dan sekitar 179 ribu orang mengungsi di 444 titik pengungsian.

Sumber: Kumparan

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Budi Gunadi SadikinKemenkes

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Tangkap Dua Pemasok Narkoba ke Aktor Revaldo FifaldiPPNK 73 Lemhannas Salurkan Bantuan Paket Sembako untuk Korban Gempa NTTKebakaran Rumah di Banyumanik Semarang, Tiga Penghuni Termasuk Dua Balita TerlukaPemuda Bekasi Ditangkap Usai Unggah 'Kepung DPRGempa Magnitudo 5,2 Guncang Labuan Bajo, BMKG Sebut Tidak Berpotensi TsunamiKorban Meninggal Gempa Flores NTT Capai 111 Jiwa, Ribuan Pengungsi Mulai Kembali ke RumahLedakan di Pandeglang Tewaskan Seorang Nelayan, Polisi Selidiki Dugaan Bom IkanKabut Asap Memburuk, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap