Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan rencana pembangunan kembali fasilitas kesehatan yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa perbaikan dua rumah sakit yang rusak berat akibat gempa tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar.
Informasi tersebut disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8). Dua rumah sakit yang mengalami kerusakan berat itu berlokasi di Manggarai Timur dan Nagekeo. Akibat kerusakan tersebut, kedua rumah sakit kini tidak dapat beroperasi secara normal.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, Kemenkes telah mengirimkan rumah sakit lapangan pada Senin (17/8) yang mulai beroperasi pada Selasa (18/8). Dalam waktu satu minggu, rumah sakit lapangan tersebut telah beroperasi penuh untuk melayani rujukan pasien dengan triase merah dan kuning. Kerusakan pada kedua rumah sakit itu sendiri telah teridentifikasi sejak hari kedua setelah bencana.
Kabut Asap Memburuk, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Pemerintah menargetkan pemulihan fasilitas kesehatan berdasarkan tingkat kerusakannya. Fasilitas dengan kerusakan ringan ditargetkan selesai diperbaiki dalam waktu 1 hingga 2 bulan, sementara kerusakan sedang ditargetkan selesai dalam 3 hingga 6 bulan. Adapun fasilitas yang mengalami kerusakan berat dan harus dibangun kembali ditargetkan selesai dalam waktu 6 hingga 12 bulan.
Data mengenai fasilitas kesehatan yang terdampak akan direkonsiliasi bersama pemerintah daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum. Setelah itu, kebutuhan anggaran pembangunan akan diajukan kepada Kementerian Keuangan.
Asrama Rusak akibat Gempa NTT, Sejumlah Polisi dan Keluarga Turut Mengungsi

Sebelumnya, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene meminta Kemenkes untuk menyajikan data terkini mengenai rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lain yang terdampak bencana. Komisi IX juga meminta pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan selama masa tanggap darurat yang berlangsung 30 hingga 90 hari ke depan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa di NTT ini telah berdampak pada sekitar 1,9 juta orang. Bencana tersebut mengakibatkan 105 orang meninggal dunia dan sekitar 179 ribu orang mengungsi di 444 titik pengungsian.






