Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan telah mencapai 111 orang hingga Kamis (27/8) sore. Di tengah penanganan bencana tersebut, sejumlah personel kepolisian yang bertugas menolong warga terdampak justru harus ikut mengungsi bersama keluarga mereka.
Di Kabupaten Manggarai Barat, para polisi terpaksa mendirikan tenda di halaman Rusun Asrama Polres Manggarai Barat sebagai tempat tinggal sementara. Langkah ini diambil karena kondisi bangunan asrama mengalami keretakan hingga lantai tiga akibat guncangan gempa.
Kabut Asap Memburuk, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko meninjau langsung kondisi rusun tersebut di Labuan Bajo pada Kamis (27/8). Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi oleh Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal dan Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang. Hingga saat ini, dipastikan tidak ada laporan mengenai personel Polri yang meninggal dunia maupun terluka.
Sebanyak 1.763 Ton Bantuan Telah Disalurkan untuk Korban Gempa NTT

Berdasarkan data sementara dari Polda NTT, kerusakan pada fasilitas kepolisian mencakup 54 unit asrama dan rusun Polri, dengan rincian 42 unit mengalami rusak ringan dan 12 unit rusak berat. Selain itu, gempa juga merusak 9 unit Polsek (8 rusak ringan dan 1 rusak berat) serta 4 unit Polsubse






