Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah pabrik bingkai yang berlokasi di Jalan Lampiri, RT 04/RW 12, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Insiden kebakaran ini terjadi pada Rabu dini hari, 12 Agustus 2026. Kobaran api yang awalnya berasal dari area pabrik tersebut dengan cepat merembet dan melalap bangunan di sekitarnya, termasuk rumah tinggal milik warga setempat. Laporan mengenai kejadian ini pertama kali diterima oleh petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Timur pada sekitar pukul 00.25 WIB.
Salah seorang warga setempat yang rumahnya ikut ludes terbakar, Syawal, menceritakan detik-detik mencekam saat kebakaran terjadi. Pada saat api mulai berkobar, Syawal bersama istrinya yang bernama Citra sedang berada di lantai atas rumah mereka. Syawal mengaku bahwa dirinya sempat mendengar suara letupan yang cukup jelas. Pada awalnya, ia mengira suara letupan tersebut hanyalah suara rintik air hujan biasa yang jatuh di atap. Namun, kecurigaan muncul hingga akhirnya Citra memutuskan untuk membuka jendela kamar mereka. Begitu jendela terbuka, mereka terkejut melihat kobaran api yang sudah membesar, bersumber dari arah pabrik bingkai tersebut. Situasi tersebut diperparah oleh hembusan angin kencang yang membuat api merembet dengan sangat cepat.
IHSG Dibuka Menguat 0,16% ke 6.277, Rupiah Melemah Tipis Jadi Rp 17.868/Dolar AS

Akibat amukan si jago merah, rumah milik Syawal mengalami kerusakan yang sangat parah. Ia mengungkapkan bahwa ada sekitar delapan ruangan di dalam rumahnya yang hangus terbakar tanpa sisa. Karena situasi yang sangat mendesak dan api yang menyebar dengan cepat, Syawal tidak sempat menyelamatkan dokumen-dokumen penting serta berbagai barang berharga lainnya yang disimpan di dalam rumah. Kendati demikian, bagian garasi rumah Syawal yang seluruhnya terbuat dari beton berhasil selamat dari jilatan api. Di dalam garasi tersebut, terdapat dua unit mobil dan empat unit sepeda motor. Kendaraan-kendaraan tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan diselamatkan berkat bantuan dari warga sekitar yang bergotong-royong membantu di tengah kepanikan.
Untuk memadamkan kobaran api yang kian meluas, upaya pemadaman dikerahkan secara maksimal. Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan langsung ke lokasi kejadian di Jalan Lampiri. Armada pemadam ini terdiri atas 20 unit mobil pemadam dari DKI Jakarta serta mendapat bantuan sebanyak 5 unit mobil pemadam dari wilayah Bekasi. Berdasarkan data dari petugas, kebakaran ini memberikan dampak kerusakan pada area yang cukup luas, yakni mencapai kurang lebih 2.000 meter persegi. Area terdampak tersebut meliputi bangunan pabrik bingkai itu sendiri, sebuah tempat pemotongan ayam, tempat usaha tenda, serta satu unit rumah warga.
BNPB Sebut Karhutla di Empat Kabupaten Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban Jiwa

Upaya keras petugas pemadam kebakaran akhirnya membuahkan hasil setelah api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 03.00 WIB. Meskipun api utama sudah dapat dikendalikan, petugas pemadam kebakaran masih harus melakukan proses pendinginan di area reruntuhan. Proses pendinginan ini memerlukan waktu lebih karena adanya tumpukan biji plastik yang tertimbun di bawah struktur bangunan yang telah roboh. Menurut penuturan dari warga di sekitar lokasi, kawasan tersebut sebenarnya sudah pernah mengalami peristiwa kebakaran sebanyak tiga hingga empat kali sebelumnya. Namun, musibah kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari ini dinilai sebagai kejadian yang paling besar. Hingga saat ini, penyebab pasti dari munculnya api masih belum diketahui secara pasti dan proses penyelidikan lebih lanjut akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.






