Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada paruh pertama perdagangan hari ini. Pada akhir sesi pertama Selasa, 18 Agustus 2026, indeks domestik ini menguat sekitar 1,26 persen ke level 6.482,57, mendekati ambang batas psikologis 6.500.
Kenaikan indeks pada sesi pertama ditopang oleh performa kuat sektor energi yang melonjak hingga 7,55 persen. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi motor utama penguatan setelah melonjak 20 persen ke level Rp17.275 pada tengah hari. Kenaikan BYAN menyumbang kontribusi terbesar bagi pergerakan indeks dengan sumbangsih mencapai sekitar 51,45 poin. Lonjakan saham produsen batu bara ini terjadi di tengah rumor pasar mengenai rencana pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, atau Haji Isam, melalui Jhonlin Group yang berniat mengakuisisi sekitar 62 persen saham pengendali BYAN.
PT Freeport Indonesia Setor Rp75 Triliun ke Negara pada 2025, Ini Rincian dan Proyeksinya

Selain BYAN, sejumlah saham lain turut memberikan kontribusi positif terhadap IHSG. Saham Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 3,68 poin, disusul Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar 3,36 poin, Bank Central Asia (BBCA) sebesar 2,49 poin, dan Bumi Resources (BUMI) sebesar 2,07 poin. Beberapa saham energi lainnya seperti PTRO, VKTR, PGUN, ENRG, dan JPFA juga terpantau menguat. Sebaliknya, pergerakan indeks sedikit tertahan oleh koreksi saham Maha Properti Indonesia (MPRO) sebesar -2,09 poin, Mora Telematika Indonesia (MORA) sebesar -2,07 poin, dan Kalbe Farma (KLBF) sebesar -1,16 poin.
Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 18-19 Agustus 2026. Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen, setelah sebelumnya menaikkan BI Rate secara agresif sebesar 75 basis poin sepanjang April hingga Juni 2026. Fokus pasar juga tertuju pada rilis data utang luar negeri Indonesia periode Juni 2026, setelah pada Mei lalu posisinya berada di angka US$444,40 miliar yang merupakan rekor tertinggi sejak 2007. Selain itu, pemerintah menetapkan target pendapatan negara sebesar Rp3.426 triliun dan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027, dengan proyeksi defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB. Terkait dampak gempa bumi di NTT, BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 68 orang per 17 Agustus 2026, dan pemerintah menyatakan penanganan bencana masih menggunakan sumber daya domestik tanpa membuka opsi bantuan asing.
PT Freeport Indonesia Kembangkan Blok Tambang Kucing Liar Senilai Rp 72 Triliun di Papua Tengah

Dari faktor eksternal, sentimen pasar terpantau bervariasi. Pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 0,3 persen secara kuartalan, berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,5 persen. Sementara itu, data ekonomi China menunjukkan perlambatan dengan produksi industri Juli tumbuh 4,5 persen secara tahunan dan penjualan ritel tumbuh 0,6 persen. Investor global juga sedang menantikan rilis risalah rapat FOMC pada Kamis dini hari untuk memantau arah kebijakan suku bunga The Fed pada September mendatang, menyusul adanya perbedaan pendapat dari tiga anggota FOMC yang menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat Juli lalu. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz juga tetap diwaspadai karena berpotensi memengaruhi harga komoditas minyak dan pasar keuangan global.






