Nama KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, mencuat dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Momentum ini terjadi pada hari pertama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang digelar di Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8). Pengasuh Pesantren Tebuireng tersebut menjadi salah satu figur yang ramai diperbincangkan oleh para peserta muktamar.
Kepemimpinan di Pesantren Tebuireng
Gus Kikin memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat di lingkungan pesantren. Ia dipercaya untuk meneruskan kepemimpinan di Pesantren Tebuireng setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid, atau yang akrab disapa Gus Sholah. Tanggung jawab memimpin Pesantren Tebuireng merupakan amanah besar, mengingat peran historis pesantren tersebut bagi warga Nahdlatul Ulama.
Sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng, Gus Kikin melanjutkan estafet kepemimpinan dari Gus Sholah untuk membimbing para santri dan mengelola pesantren tersebut. Kepercayaan untuk meneruskan kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam ini menunjukkan kapasitas kepemimpinan Gus Kikin di kalangan keluarga besar Tebuireng dan masyarakat luas.
Praperadilan Ditolak, Kubu Febrie Adriansyah Minta Publik Cermati Pertimbangan Hakim

Cicit Pendiri Nahdlatul Ulama
Selain faktor kepemimpinannya di Pesantren Tebuireng, Gus Kikin juga memiliki hubungan erat dengan sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. Beliau merupakan cicit dari KH M Hasyim Asy鈥檃ri, ulama besar yang mendirikan Nahdlatul Ulama. Hubungan silsilah langsung dari pendiri NU ini menjadi salah satu alasan mengapa nama Gus Kikin diperbincangkan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada muktamar kali ini.
Latar belakang sebagai cicit KH M Hasyim Asy鈥檃ri memberikan nilai historis bagi kepemimpinannya. Di tengah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, figur dengan kedekatan sejarah seperti Gus Kikin mendapat perhatian khusus dari para peserta muktamar yang tengah membahas masa depan kepemimpinan PBNU.
BNPB Sebut Tiga Provinsi Prioritas Karhutla Mulai Diguyur Hujan Hasil Modifikasi Cuaca

Perhatian Tokoh Ulama Jombang
Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang ini juga menarik perhatian dari berbagai tokoh ulama di daerah setempat. Salah satu tokoh yang turut mengamati jalannya dinamika muktamar ini adalah KH A Junaidi Hidayat. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang.
Kehadiran para tokoh ulama lokal seperti KH A Junaidi Hidayat memperkuat atmosfer muktamar yang berlangsung di Jombang. Dengan mencuatnya nama Gus Kikin pada hari pertama muktamar, dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU pun menjadi salah satu fokus utama dalam forum tertinggi organisasi tersebut.






