Gelombang panas ekstrem kembali melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat pada musim panas tahun ini, memicu peringatan cuaca berbahaya bagi lebih dari 100 juta warga dari pesisir barat hingga timur. Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service atau NWS) melaporkan bahwa kubah tekanan tinggi yang kuat terperangkap di atas wilayah barat dan tengah negara tersebut. Fenomena atmosfer ini menyebabkan suhu melonjak jauh di atas rata-rata normal bulanan. Gelombang panas ini tidak hanya membawa udara panas yang menyesakkan pada siang hari, tetapi juga suhu malam hari yang tetap tinggi, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi tubuh manusia maupun lingkungan untuk mendingin.








