Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 188.161 jiwa masih mengungsi akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Minggu (30/8).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebutkan bahwa jumlah pengungsi tersebut telah mengalami penurunan sebanyak 4.142 jiwa. Penurunan ini tercatat berasal dari wilayah Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.
Sempat Kabur ke Malaysia dan Thailand, Napi Narkoba Encek Ditangkap di Myanmar

Secara keseluruhan, bencana gempa bumi ini telah mengakibatkan 111 korban meninggal dunia. Sementara itu, jumlah korban luka tercatat sebanyak 1.631 orang, dengan rincian 223 orang mengalami luka berat dan 1.408 orang luka ringan.
Hingga Minggu, BNPB mencatat ada 9.765 gempa susulan yang mengguncang wilayah NTT. Kekuatan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan yang terkecil magnitudo 1. Gempa susulan ini diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga 3 sampai 4 minggu setelah gempa pertama.
Ditjen Dukcapil Pulihkan 11.225 Dokumen Kependudukan Korban Gempa Flores

Gubernur NTT Emmanuel Melkiades Laka Lena juga telah memperpanjang status tanggap darurat penanganan gempa bumi selama 14 hari, sehingga masa tanggap darurat akan terus berlaku hingga 12 September 2026.






