PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) dijadwalkan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 September 2026. Langkah ini menandai masuknya perusahaan yang berkembang dari ekosistem Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut ke pasar modal.
Dalam penawaran umum perdana saham ini, harga saham SWAP ditetapkan dalam kisaran Rp130 hingga Rp140 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, SWAP membawa bisnis produk kesehatan, herbal, dan pangan fungsional ke pasar modal.
Integrasi Riset dan Komersialisasi Kesehatan
Sebagai perusahaan yang lahir dari lingkungan akademis UGM, SWAP berfokus pada pengembangan produk kesehatan yang didukung oleh kekuatan penelitian ilmiah. Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk, Bondan Ardiningtyas, menjelaskan bahwa SWAP mengembangkan bisnis yang menggabungkan riset, pengembangan produk, manufaktur, dan komersialisasi di sektor kesehatan.
BPDP Kenalkan Produk Hilirisasi Kakao di JIFHEX 2026 |Republika Online

Melalui model bisnis ini, perseroan tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga memastikan bahwa hasil riset tersebut dapat diproduksi secara massal dan dipasarkan secara luas. Sektor kesehatan, produk herbal, serta pangan fungsional menjadi pilar utama dari produk-produk yang ditawarkan oleh perseroan kepada masyarakat.
Kinerja Keuangan Semester I 2026
Sebelum resmi mencatatkan sahamnya di BEI, perseroan menunjukkan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang positif. Pada semester I 2026, pendapatan SWAP tumbuh sekitar 77 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selain pertumbuhan pendapatan yang signifikan, perseroan juga berhasil memperbaiki kinerja profitabilitasnya. Pada periode semester I 2026 tersebut, perseroan mencatat penurunan kerugian bersih secara signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ajaib Group Fokuskan Investasi Rp4,8 Triliun untuk Pengembangan SDM dan Produk di Indonesia

Rencana Penggunaan Dana Hasil IPO
Langkah melantai di bursa ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan untuk ekspansi jangka panjang. Dana yang dihimpun dari penawaran umum perdana saham ini akan dialokasikan oleh manajemen untuk berbagai kebutuhan penting perusahaan.
Menurut rencana perseroan, dana hasil IPO tersebut akan digunakan antara lain untuk modal kerja guna mendukung kelancaran operasional. Selain itu, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan produk dan fasilitas produksi. Perseroan juga mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan pemasaran produk serta untuk menyelesaikan pembayaran kewajiban-kewajiban perseroan.






