Ajaib Group akan memfokuskan investasi strategis senilai Rp4,8 triliun yang diperoleh dari SBI Holdings untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan mengembangkan produk di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkokoh layanan serta menyediakan lebih banyak pilihan instrumen investasi bagi masyarakat.
Sebagian besar dari dana investasi tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan di dalam negeri. Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, menyatakan bahwa sekitar 90 persen dari total dana investasi akan digunakan di Indonesia. Dana ini diarahkan untuk merekrut dan mengembangkan talenta lokal, khususnya di bidang teknologi, produk, bisnis, dan operasional. Hal ini sejalan dengan kondisi tenaga kerja Ajaib Group saat ini, yang mayoritas diisi oleh putra-putri Indonesia.
Pengembangan Produk dan Edukasi Finansial
Co-Founder dan CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli, menjelaskan bahwa dana investasi ini juga akan digunakan untuk memperluas pilihan produk investasi, baik untuk pasar domestik maupun akses ke pasar keuangan luar negeri. Selain pengembangan produk, alokasi dana di Indonesia akan difokuskan pada peningkatan edukasi finansial masyarakat.
BPDP Kenalkan Produk Hilirisasi Kakao di JIFHEX 2026 |Republika Online

Tren Pertumbuhan Investor di Indonesia
Rencana pengembangan ini berjalan seiring dengan peningkatan signifikan jumlah investor di tanah air. Berdasarkan data per 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai 30,30 juta orang. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sekitar 49 persen dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025.
Sementara itu, jumlah investor saham secara khusus telah melampaui angka 10 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 99,8 persen merupakan investor ritel, dan 99,84 persen di antaranya merupakan investor domestik. Lebih dari separuh dari total investor saham individu di Indonesia saat ini berusia di bawah 30 tahun.
BI dan Bank Sentral Singapura Resmi Operasionalkan Kerja Sama LCT

Saat ini, Ajaib telah memiliki lebih dari enam juta pengguna yang berinvestasi melalui platformnya. Selain melayani investor ritel, dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, Ajaib juga telah membantu hampir 20 perusahaan untuk melangsungkan penawaran umum perdana saham (IPO) melalui mekanisme e-IPO.






