apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Belajar dari Gempa NTT, Mengenal Sesar Flores dan Mitigasinya

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 19 Agu 2026 - 10.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Belajar dari Gempa NTT, Mengenal Sesar Flores dan Mitigasinya
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 16 Agustus 2026. Guncangan kuat yang terjadi sekitar pukul 05.58 WITA ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga Pulau Flores, mulai dari Sikka, Mbay, Borong, Ruteng, Ende, hingga Maumere. Menyusul guncangan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan status peringatan dini tsunami untuk beberapa kawasan di NTT.

Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur publik. Ruang tunggu Pelabuhan L. Say di Maumere dilaporkan rusak berat akibat gempa. Seorang warga bernama Bernadus Muda (66) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan pelabuhan tersebut. Menurut kesaksian seorang penumpang bernama Oskar Sawa, runtuhnya plafon dan dinding ruang tunggu membuat para penumpang berteriak panik dan berlari menyelamatkan diri, bahkan beberapa di antaranya nekat melompat ke dalam air laut. Pada saat yang sama, ratusan pasien dan warga di RSUD Maumere berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri ke area parkir rumah sakit.

Dampak gempa juga memicu gangguan sosial dan logistik yang signifikan. Warga di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, kini terancam kelaparan akibat terputusnya akses komunikasi dan transportasi ke wilayah tersebut. Sementara itu, seorang warga bernama La Adi (60) bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke halaman Kantor Bupati Sikka sebelum akhirnya dipindahkan ke posko terpusat di Stadion Gelora Samador pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Akses transportasi darat juga terhambat setelah material longsor menutup jalan utama pada ruas Waigete鈥揋alit di Kabupaten Sikka.

Baca Juga

Bareskrim Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry Terkait Dugaan Pencabulan 5 Santri

Bareskrim Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry Terkait Dugaan Pencabulan 5 Santri

Bencana ini mempertegas pentingnya upaya belajar dari gempa NTT: mengenal Sesar Flores dan mitigasinya secara mendalam. Secara geologis, Pulau Flores berada di kawasan tektonik yang sangat aktif. Eko Teguh Paripurno menjelaskan bahwa Pulau Flores diapit oleh dua zona seismik aktif, yaitu zona subduksi di sebelah selatan dan sesar naik busur belakang (Flores Back-Arc Thrust) di sebelah utara. Struktur Flores Back-Arc Thrust ini membentang secara geografis dari Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Penelitian dari Maulida dkk. (2024) juga memaparkan bahwa Bali dan Nusa Tenggara berada pada zona subduksi yang kompleks antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia di bagian selatan.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa Flores pernah dilanda gempa bumi kuat bermagnitudo 6,8 pada 12 Desember 1992 lalu. Meskipun demikian, lembaga geofisika Institut de Physique du Globe yang berkedudukan di Strasbourg, Prancis, mencatat magnitudo gempa tahun 1992 tersebut mencapai skala 7,5. Berdasarkan penelitian Pranantyo dan Cummins (2019), gempa bumi Flores pada tahun 1992 tersebut menyebabkan terjadinya retakan pada segmen tertentu dari sistem sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).

Baca Juga

Mendag Budi Santoso Serahkan Bantuan Kemendag Peduli untuk Korban Gempa NTT

Mendag Budi Santoso Serahkan Bantuan Kemendag Peduli untuk Korban Gempa NTT

Dampak dari bencana di masa lalu juga memberikan gambaran mengenai potensi bahaya sekunder. Menurut Heriyadi Rachmad, lokasi longsor paling parah akibat gempa bumi tahun 1992 berada di bagian tengah dan selatan Kota Maumere. Selain longsor, likuifaksi juga pernah melanda kawasan pantai utara Maumere yang tersusun atas endapan aluvial atau pasir lepas saat gempa 1992 terjadi. Pada gempa terbaru tahun 2026 ini, fenomena serupa berupa semburan air dan pasir dilaporkan muncul di beberapa lokasi di kawasan Waekokak-Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Belajar dari rentetan peristiwa ini, penerapan standar bangunan tahan gempa menjadi kebutuhan mutlak untuk meminimalkan korban jiwa. Salah satu penyebab kerusakan bangunan yang kerap terjadi adalah kegagalan tiang kolom lantai dasar, atau yang dikenal dengan istilah soft column failure. Untuk mengantisipasi risiko ini, pemerintah Indonesia telah menerbitkan SNI 1726:2019 sebagai standar utama dan minimum perancangan ketahanan gempa untuk bangunan baru. Selain itu, pemerintah juga menerbitkan SNI 9273 dan SNI 9274 pada tahun 2024 sebagai standar baru yang ditujukan khusus untuk mengevaluasi serta merehabilitasi bangunan tahan gempa yang sudah ada.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BMKGmitigasi bencana

Berita Terbaru Lainnya

Bareskrim Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry Terkait Dugaan Pencabulan 5 SantriMendag Budi Santoso Serahkan Bantuan Kemendag Peduli untuk Korban Gempa NTTPLN dan Masdar Siapkan Ekspansi PLTS Terapung Cirata 500 MegawattPengusaha Penyeberangan Minta Infrastruktur dan Keselamatan DiperkuatPersiapan Atlet Loncat Indah Sumatera Selatan Menjelang PON XXI Aceh-SumutDigosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji IsamIHSG Fluktuatif, Kebiasaan Investasi Pekerja Saat Tanggal Gajian Justru MeningkatRupiah Hari Ini 19 Agustus 2026 Menguat ke Rp17.860

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap