Negara bagian California di Amerika Serikat kembali menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi ekstrem setelah serangkaian badai sungai atmosfer (atmospheric river) menghantam wilayah pesisir barat tersebut. Fenomena cuaca yang membawa kelembapan masif dari Samudra Pasifik ini memicu hujan lebat tanpa henti dan angin kencang yang merusak. Pemerintah daerah di berbagai county segera menetapkan status darurat untuk mempercepat mobilisasi sumber daya penyelamatan dan bantuan logistik bagi warga yang terdampak langsung oleh bencana banjir bandang ini.
Secara ilmiah, sungai atmosfer digambarkan sebagai aliran uap air yang sangat padat dan panjang di langit, yang sering kali disebut sebagai "pipa air di atmosfer". Ketika sistem cuaca ini bertabrakan dengan pegunungan di California, uap air tersebut dipaksa naik dan mengembun menjadi hujan deras yang ekstrem. Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) mencatat bahwa intensitas curah hujan kali ini termasuk salah satu yang tertinggi dalam sejarah modern wilayah tersebut, dengan beberapa area menerima curah hujan bulanan hanya dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam.








