Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan yang menargetkan dua peluncur senjata milik Iran di Pulau Larak pada hari Minggu. Gempuran ini menjadi serangan militer AS pertama yang diketahui terhadap Iran sejak akhir Juli lalu.
Sebelum serangan terjadi, seorang pejabat AS menyatakan bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terpantau sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke arah Selat Hormuz. Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan informasi awal yang mengindikasikan bahwa AS menggunakan serangan pesawat nirawak (drone) untuk menargetkan pulau tersebut. Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa penduduk setempat sempat mendengar suara ledakan dahsyat di dekat Pulau Larak.
Nicolas Maduro Kirim Pesan dan Foto Terbaru dari Penjara Amerika Serikat

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menuduh AS melakukan serangan agresif yang menewaskan dan melukai sejumlah tentara serta warga sipil.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa semua ranjau telah diledakkan atau disingkirkan dari wilayah perairan internasional Selat Hormuz. Trump juga memperingatkan bahwa kapal apa pun yang tertangkap menempatkan ranjau baru akan langsung dihancurkan.
Venezuela Sepakati Kerja Sama Minyak 25 Tahun dengan Amerika Serikat

Konflik bersenjata ini awalnya diawali oleh serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Sebanyak 18 anggota militer AS dipastikan tewas dalam konflik tersebut. Perang ini juga telah menyebabkan blokade total di Selat Hormuz, jalur perairan yang sebelumnya menjadi rute transit bagi sekitar seperlima dari total minyak yang dikonsumsi dunia. Selain itu, Washington terus mengancam akan menjatuhkan sanksi mahal kepada negara-negara yang mendukung Iran.






