Mantan pemimpin Venezuela yang dimakzulkan, Nicolas Maduro, membagikan foto-foto terbaru dirinya dari pusat penahanan di Amerika Serikat melalui media sosial. Melalui sebuah pesan yang dikirimkan via Telegram, Maduro menegaskan bahwa dirinya bersama sang istri tetap teguh menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.
Dalam pesan tersebut, Maduro menyatakan bahwa mereka berdiri teguh dengan hati yang penuh dengan cinta dari para pendukungnya. Berdasarkan data metadata kamera, foto-foto tersebut diketahui diambil pada 25 Juni. Meski demikian, kantor berita AFP menyatakan belum dapat memverifikasi keabsahan foto-foto tersebut secara independen.
Penahanan Maduro bermula pada Januari lalu ketika ia dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh pasukan militer Amerika Serikat di Caracas. Saat ini, keduanya mendekam di fasilitas penahanan di Brooklyn, New York. Pihak berwenang AS mendakwa mereka atas tuduhan perdagangan narkoba dan kepemilikan senjata api. Maduro dan Flores secara tegas membantah semua dakwaan tersebut. Pengadilan Federal di New York sendiri telah menjadwalkan persidangan untuk pasangan ini yang akan dimulai pada 1 Juni 2027.
AS Serang Dua Peluncur Senjata Iran di Pulau Larak

Selama berada di dalam tahanan, Maduro menjalani hari-harinya dengan keterbatasan akses informasi. Ia tidak diizinkan membaca surat kabar maupun mengakses internet. Untuk komunikasi dengan dunia luar, ia hanya diberikan jatah panggilan telepon selama 300 menit per bulan untuk menghubungi keluarga serta pengacaranya, dengan batasan durasi maksimal 15 menit per panggilan. Putranya, Nicolas Maduro Guerra, mengabarkan bahwa ayahnya dalam kondisi baik dan menghabiskan waktunya untuk mempelajari Alkitab.
Pengambilan foto Maduro pada 25 Juni bertepatan dengan satu hari setelah bencana gempa bumi kembar mematikan mengguncang wilayah utara Venezuela. Bencana tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 6.500 orang dan memicu kerusakan meluas, dengan jumlah korban tewas terkonfirmasi melonjak hingga 3.342 orang. Situasi darurat ini mendorong Penjabat (Pj) Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, menetapkan status darurat nasional.
Valencia Takluk 1-3 dari Deportivo La Coruna, Dimitrievski Kritik Performa Tim

Di tengah situasi krisis tersebut, perkembangan politik dan ekonomi baru juga diumumkan di Venezuela. Delcy Rodríguez mengumumkan kesepakatan minyak bersejarah yang mengizinkan Amerika Serikat mengoperasikan ladang-ladang minyak di Venezuela. Langkah ini sejalan dengan pengumuman Donald Trump mengenai kesepakatan kedua negara untuk mengelola cadangan minyak sebesar 65 miliar barel. Selain itu, Venezuela dan Israel juga sepakat untuk memulihkan hubungan konsuler mereka yang sempat terputus sejak 2009, sementara pemimpin oposisi María Corina Machado dikabarkan berencana untuk kembali ke Venezuela.






