Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur membantah adanya tekanan maupun paksaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Camat Lamba Leda Utara terkait penyaluran bantuan logistik bagi korban gempa bumi.
Klarifikasi ini menyusul beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, sedang terlibat perdebatan dengan petugas BNPB. Perselisihan tersebut dilaporkan terjadi di Pos Pelayanan Kesehatan Damer.
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, menegaskan pada Rabu (26/8) bahwa kabar mengenai adanya tekanan dari petugas BNPB tidaklah benar. Tarsisius memastikan tidak ada pemaksaan yang dilakukan oleh pihak BNPB kepada camat setempat, termasuk dalam proses penandatanganan berita acara penyerahan bantuan.
Revaldo Ditangkap Terkait Narkoba hingga Rex Orange County Datangi Rumah Fans di Bekasi

Senada dengan pemkab, Inspektur III BNPB selaku PIC penanganan bencana di Manggarai Timur, Kombes Deden Nurhidayatullah, turut membantah tudingan pemaksaan tersebut. Deden menjelaskan bahwa kehadiran personel BNPB di wilayah tersebut murni untuk memastikan bantuan logistik dari pemerintah pusat dapat diterima dengan baik oleh masyarakat yang terdampak.
Dalam alur distribusinya, BNPB menyerahkan bantuan langsung hingga ke posko BPBD. Proses penyaluran berikutnya ke masyarakat dilakukan oleh BPBD daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur sendiri mengoordinasikan seluruh penerimaan dan distribusi bantuan melalui posko utama daerah yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah.
Identitas Pemasok Sabu ke Revaldo Teridentifikasi, Polisi Siapkan Penangkapan

Saat ini, logistik dari pemerintah pusat disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di 12 kecamatan terdampak. Apabila akses untuk kendaraan besar mengalami kendala di lapangan, pihak BNPB akan mencari metode pengiriman alternatif agar bantuan tetap dapat disalurkan secara bertahap ke lokasi tujuan.






